KEFAMENANU – Kasus pencurian ternak kembali terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kali ini, tiga ekor sapi milik warga Desa Suanae, Kecamatan Miomaffo Barat, ditemukan dalam kondisi telah disembelih dan sebagian besar dagingnya dibawa kabur oleh pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 009/RW 005, Desa Suanae, dan diketahui pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 06.10 WITA.
Kapolsek Miomaffo Barat IPDA Paulus Naif, SH melalui Kanit Reskrim Bripka Henry Steven Landena, S.IP membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban bernama Gregorius Babu awalnya hendak memeriksa ternak sapinya yang pada malam sebelumnya diikat tidak jauh dari rumah.
“Saat korban mengecek ternaknya pada pagi hari, sapi tersebut sudah tidak berada di tempat biasanya. Korban kemudian melakukan pencarian dan sekitar 100 meter dari rumahnya menemukan sapi jantan miliknya sudah dalam kondisi mati dan terpotong,” ujar Bripka Henry.
Ia menjelaskan, pelaku diduga menyembelih ternak di lokasi kejadian. Bagian yang ditinggalkan hanya perut dan kaki, sedangkan sebagian besar daging serta isi ternak telah dibawa kabur.
Selain seekor sapi jantan, dua ekor sapi betina milik korban juga ditemukan dalam kondisi serupa. Ketiga ternak tersebut diduga dipotong dalam waktu yang bersamaan oleh pelaku.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 juta.
Polisi menduga pelaku menggunakan kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil curian. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi pencurian dan penyembelihan ternak itu diperkirakan berlangsung pada dini hari hingga menjelang subuh, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WITA.
Sebelumnya, Kepolisian Sektor Miomaffo Barat telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus pencurian ternak tersebut. Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote melalui Kapolsek Miomaffo Barat IPDA Paulus Naif yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres TTU AKP Anselmus Pera, sebelumnya juga membenarkan adanya peristiwa pencurian ternak tersebut.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku pencurian yang meresahkan masyarakat tersebut. Polisi juga mengimbau warga untuk meningkatkan pengawasan terhadap ternak mereka guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.











