KEFAMENANU – Satgas Citarum BAIS TNI bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua menggelar pelayanan Eazy Paspor bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan pelayanan dokumen perjalanan tersebut berlangsung di Pos Imigrasi Aplasi, Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Sabtu (5/9/2026).
Pelayanan Eazy Paspor ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor-Leste.
Melalui layanan tersebut, masyarakat TTU tidak perlu harus menempuh perjalanan jauh ke Atambua untuk mengurus paspor. Kehadiran pelayanan di Kefamenanu diharapkan dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga masyarakat.
Selain memberikan kemudahan administrasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan dokumen perjalanan yang sah ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.
Hal tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten TTU merupakan salah satu wilayah yang memiliki kedekatan geografis dengan Timor-Leste.
Dengan kepemilikan dokumen perjalanan yang resmi, masyarakat dapat melakukan perjalanan lintas negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelayanan Eazy Paspor sekaligus menjadi bentuk sinergi lintas instansi antara Satgas Citarum BAIS TNI dan jajaran Imigrasi dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Layanan ini juga mendukung tertib administrasi serta mobilitas masyarakat yang membutuhkan paspor untuk berbagai keperluan, seperti perjalanan, pekerjaan, pendidikan maupun kepentingan keluarga di luar negeri.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Provinsi NTT Saroha Manullang, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua Jusup Pehulisa Ginting, Kepala Kesbangpol Kabupaten TTU Hieronymus Kab Bana, serta Kabid Wasnas Kesbangpol Kabupaten TTU Agustininus Bobo.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam pelayanan tersebut. Berdasarkan data pelayanan, sebanyak 29 orang berhasil dilayani dalam kegiatan Eazy Paspor di Pos Imigrasi Aplasi.
Kehadiran layanan jemput bola ini diharapkan dapat terus memperluas akses masyarakat TTU terhadap pelayanan keimigrasian, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung masyarakat di kawasan perbatasan.











