oleh

Terungkap Saat Reses DPRD, Maria Filiana Temukan Ratusan Warga Papin Konsumsi Air Embung

banner 468x60

KEFAMENANU, TTU – Hampir 300 jiwa atau sekitar 50 kepala keluarga yang tersebar di RT 40 dan RT 41 Kampung Papin, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), hingga kini masih bergantung pada air dari embung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Air embung itu mereka gunakan untuk minum, mandi, mencuci, bahkan memberi minum ternak. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun karena tidak ada sumber air bersih lain di sekitar permukiman tersebut.

banner 336x280

Namun, saat musim hujan tiba, air embung menjadi keruh dan berlumpur hingga berwarna coklat. Warga pun kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, bahkan ada yang terpaksa meminum air kotor sehingga menimbulkan keluhan sakit perut.

“Kadang kami minum air dari embung ini juga karena tidak ada pilihan lain. Kalau musim hujan, kami tunggu air mengendap dulu baru bisa ambil,” ujar Lukas Abi, warga RT 40, saat ditemui di lokasi embung.

Ketua RT 41 Kelurahan Tubuhue, Gabriel Manunain, juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut warganya sejak lama hidup dalam keterbatasan air bersih dan sangat berharap pemerintah bisa membangun sumur bor.

“Kami sangat butuh air bersih. Dari dulu kami hanya minum dari embung ini. Kalau bisa, pemerintah bantu kami dengan sumur bor supaya tidak susah lagi,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Maria Filiana Tahu, anggota DPRD TTU dari Fraksi Gerindra, mengatakan bahwa persoalan air bersih menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat yang disampaikan saat ia melakukan reses di Kampung Papin beberapa waktu lalu.

Selain soal air bersih, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang sudah rusak parah dan licin saat hujan. Jalan tersebut merupakan bekas rabat beton yang kini berlubang dan rawan kecelakaan.

“Saya sudah menerima banyak aspirasi dari masyarakat Kampung Papin. Persoalan air dan jalan ini akan saya sampaikan dalam sidang induk DPRD nanti. Pemerintah tentu memiliki mekanisme penganggaran bertahap, tapi kita tetap dorong agar segera mendapat perhatian,” ungkap Maria.

Maria juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi tetap menjaga semangat gotong royong karena air dan jalan merupakan kebutuhan vital.

“Sambil menunggu intervensi pemerintah, mari kita hidupkan budaya gotong royong. Kita kerja bersama memperbaiki yang bisa dikerjakan,” ujarnya.

Informasi lain yang diperoleh dari masyarakat, tak berselang lama usai reses, Maria Filiana langsung memberikan solusi cepat dengan menurunkan belasan ret sertu untuk menambal jalan berlubang sepanjang lebih dari 500 meter.

Puluhan masyarakat pun terlihat gotong royong meratakan material sertu pada jalan yang berlubang sehingga mudah dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Selain itu, warga juga mengakui anggota DPRD dari Partai Gerindra Maria Filiana Tahu juga sedang mempersiapkan material pembuatan bak penampung air aaar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

banner 336x280