EBAN, TTU – Satgas Pamtas RI–RDTL Yon Arhanud 2/ABW Pos Haumeniana menggelar rapat pembentukan panitia Natal dan Tahun Baru bersama antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Timor Leste (WNTL) di wilayah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara NTT, Senin (29/12/2025).
Rapat tersebut berlangsung di Aula Pos Haumeniana dan melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas negara, khususnya dari wilayah perbatasan Kecamatan Bikomi Nilulat, Kecamatan Musi, serta Distrik Pasabe, Timor Leste.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pemerintah Kecamatan Bikomi Nilulat, Kepala Desa Haumeniana, Ketua BPD Haumeniana, tokoh adat setempat, Pastor Paroki Pasabe, perwakilan Pemerintah Kecamatan Pasabe, serta tokoh adat dari Distrik Pasabe.
Pastor Paroki Pasabe, Pater Agusto H. Nunes, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang sangat baik dan patut diapresiasi.
Menurutnya, umat Kristiani di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat, sehingga perayaan Natal bersama menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan.
“Ini adalah inisiatif yang sangat positif dari Satgas Pamtas. Kegiatan Natal dan Tahun Baru bersama di perbatasan ini sebenarnya pernah dilaksanakan oleh para pendahulu sejak tahun 2018, dan pada tahun 2025 kembali dilaksanakan di lokasi yang sama antara umat Paroki Pasabe dan Paroki Oeolo, bersama TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Pater Agusto.
Sementara itu, Kepala Desa Haumeniana, Petrus Asuat, mengaku sangat senang dan berterima kasih kepada Danpos Haumeniana beserta seluruh anggota Satgas Pamtas atas inisiatif tersebut.
“Kami bersama seluruh warga Desa Haumeniana siap mendukung dan menyukseskan kegiatan Natal dan Tahun Baru bersama ini, termasuk mempersiapkan lokasi yang akan digunakan,” ujarnya.
Komandan Pos Haumeniana, Danpos SSK II Kapten Arh Suradi, menjelaskan bahwa kegiatan Natal dan Tahun Baru bersama ini bertujuan untuk membangun rasa kekeluargaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menjaga keharmonisan antara masyarakat perbatasan Indonesia dan Timor Leste, khususnya warga Distrik Pasabe.
Ia juga menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste, khususnya Distrik Pasabe, dalam kondisi aman dan terkendali.
“Kami akan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, serta pemerintah setempat untuk menyukseskan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama yang direncanakan akan dilaksanakan pada 4 Januari 2026,” pungkas Kapten Suradi.












