KUPANG, MITRANEWS.ID — Suasana launching buku Sisi Lain Polisi dan Srikandi Flobamorata di Mapolda NTT, Selasa (24/2/2026) berubah penuh haru ketika Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si menghadirkan kejutan istimewa bagi Brigpol Wihelmina Kristanti Manafe yang tengah menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui sambungan Zoom dari lokasi penugasannya, Brigpol Wihelmina tampak terkejut saat Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si memanggil seseorang untuk berdiri di tengah Aula Mapolda NTT. Sosok itu adalah ayah kandungnya yang sengaja dihadirkan untuk menyapa putrinya secara langsung.
Tepuk tangan dan suasana haru langsung menyelimuti ruangan.
Polwan Pertama Polda NTT di Misi Sudan
Brigpol Wihelmina Kristanti Manafe dikenal sebagai Polwan pertama Polda NTT yang lolos seleksi dan tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) untuk misi perdamaian di Sudan, Afrika, selama 14 bulan.
Perempuan yang memulai kariernya di Korps Bhayangkara sejak 2014 itu, saat pertama kali berangkat misi masih berpangkat Briptu dan bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda NTT. Ia harus menjalani tujuh bulan latihan pra-penugasan di Jakarta dengan intensitas tinggi.
“Latihan itu benar-benar digenjot supaya siap fisik, mental dan knowledge tentang misi. Butuh effort yang kuat,” ungkap Wihelmina dalam dialog bersama Kapolda.
Ia mengakui tantangan terberat selama bertugas di wilayah konflik adalah rasa rindu keluarga dan adaptasi di lingkungan baru yang penuh keterbatasan. Namun dengan optimisme dan kemauan kuat, ia mampu menyelesaikan misi hingga kembali ke Indonesia dengan baik.
Dari FPU ke IPO di Cyprus
Pengalaman internasional tersebut menjadi bekal baginya untuk mengikuti seleksi Individual Police Officer (IPO) pada 2023. Ia kembali lulus dan pada Desember 2024 diberangkatkan dalam misi PBB di Cyprus selama 18 bulan. Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Juni 2026.
Dalam dialognya, ia menjelaskan perbedaan FPU dan IPO.
“Kalau FPU bergerak dalam ikatan pasukan dan semua difasilitasi kontingen. Sementara IPO bekerja sendiri. Tempat tinggal, kendaraan, makan minum, semuanya diurus sendiri,” tuturnya.
Meski kondisi misi kedua lebih stabil, ia mengaku rasa rindu keluarga tetap menjadi tantangan terbesar. Untuk mengatasinya, ia rutin melakukan panggilan video dengan keluarga di NTT.
Apresiasi dan Dialog Penuh Makna
Dalam dialog tersebut, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Brigpol Wihelmina yang membawa nama Polda NTT dan Indonesia di panggung internasional.
“Kami bangga. Kehadiranmu di bawah bendera PBB adalah bukti bahwa Polwan NTT mampu bersaing dan berkontribusi di dunia internasional,” ujar Kapolda.
Momen paling mengharukan terjadi ketika sang ayah menyampaikan pesan dan doa secara langsung kepada putrinya melalui layar. Brigpol Wihelmina tak kuasa menahan haru.
“Dengan penuh rasa optimis dan kemauan yang kuat, semua misi akhirnya berjalan baik dan lancar,” ucapnya dengan suara bergetar.
Inspirasi bagi Generasi Polwan
Brigpol Wihelmina berharap akan ada lebih banyak Polwan Polda NTT yang berani keluar dari zona nyaman dan mengikuti jejaknya, baik melalui FPU maupun IPO.
Menurutnya, tantangan memang berat, tetapi akan terasa ringan jika dijalani dengan hati dan ketulusan.
Kejutan yang diinisiasi Kapolda NTT itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam launching buku Sisi Lain Polisi. Kisah Brigpol Wihelmina bukan hanya tentang misi perdamaian, tetapi tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta keluarga yang menjadi kekuatan dalam setiap pengabdian.











