KEFAMENANU – Dalam upaya menjaga kelestarian alam dan keindahan destinasi wisata lokal, Camat Miomaffo Barat, Markus Nesi, memimpin langsung aksi bersih-bersih sampah di kawasan Taman Wisata Binoni di Gunung Miomaffo, jumat, (23/1/2026).
Aksi lingkungan ini melibatkan personel Satgas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2/DBY, Pemerintah Desa, Ketua BPD, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk mengembalikan estetika gunung yang menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Sinergi Menjaga Ikon Wisata
Camat Miomaffo Barat, Markus Nesse, S.Ip, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area publik dan tempat wisata.
“Kegiatan hari ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Gunung Miomaffo adalah aset berharga kita, maka kebersihannya harus dijaga agar wisatawan merasa nyaman dan alam kita tetap lestari,” ujar Markus Nesse kepada wartawan.
Kehadiran personel Satgas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2/DBY dalam aksi ini juga mempertegas kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain menjalankan tugas pengamanan perbatasan, para prajurit turut aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.
Edukasi Bagi Pengunjung
Dalam aksi pembersihan tersebut, tumpukan sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung menjadi fokus utama. Markus Nesi berharap kegiatan ini dapat menjadi edukasi bagi para pendaki dan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Miomaffo untuk selalu membawa pulang sampah mereka.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung Taman Wisata Binoni di Gunung Miomaffo agar tidak membuang sampah sembarangan. Mari kita menjadi wisatawan yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Pemerintah Desa dan BPD setempat menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk terus memantau kebersihan kawasan wisata Binoni secara berkala.
Sementara itu, Kepala Desa Saenam Fransiskus Xaverius Nofu mengharapkan Gunung Binoni menjadi Ikon wisata menarik di Kecamatan Mimaffo Barat.
“Semoga kedepan kita menjaga dan melestarikannya serta menjadi daya tarik tersendiri sehingga menjadi ikon wisata di Kabupaten Timor Tengah Utara dan meningkatkan PADES di Desa Saenam,”ujarnya.
Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong warga dalam menjaga potensi wisata daerah demi meningkatkan daya tarik kunjungan di masa depan.











