oleh

Pangdam Udayana Resmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Kiuola

-Daerah-71 Dilihat

KEFAMENANU – Penantian panjang masyarakat Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), akhirnya terjawab. Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, meresmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di desa tersebut, Minggu (28/6/2026).

Peresmian jembatan itu menjadi tonggak penting bagi masyarakat setempat karena membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas warga menuju lahan pertanian, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai aktivitas sosial ekonomi lainnya.

Kedatangan Pangdam IX/Udayana disambut meriah oleh masyarakat Desa Kiuola. Didampingi Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Mayjen TNI Piek Budyakto menerima prosesi adat berupa tutur adat dan penyematan kain tenun khas Timor sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.

Suasana haru dan bangga menyelimuti acara tersebut. Kehadiran jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat dinilai menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di wilayah perbatasan.

Rangkaian peresmian diawali dengan pengguntingan pita sebagai tanda resmi dibukanya Jembatan Perintis Garuda Merah Putih. Selanjutnya, Pangdam bersama rombongan meninjau langsung kondisi jembatan dan menandatangani prasasti sebagai penanda sejarah berdirinya infrastruktur yang menjadi simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan di TTU.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan merupakan bagian dari dukungan terhadap program pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Jembatan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju desa di seberang sungai. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pangdam juga mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan pengguna kendaraan bermotor, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi jembatan.

“Jembatan ini milik kita bersama. Gunakan dengan bijaksana, rawat dengan baik sehingga dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang,” pesannya.

Selain meresmikan jembatan, Pangdam IX/Udayana bersama rombongan juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak sekolah sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan di wilayah perbatasan. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para pelajar dan masyarakat yang hadir.

Pangdam turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Desa Kiuola dan berharap hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dapat terus dipelihara. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten TTU akan terus mendapat perhatian melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Kodim 1618/TTU.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Desa Kiuola sekaligus mempertegas komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. Dengan hadirnya jembatan tersebut, akses transportasi diharapkan semakin lancar, perekonomian masyarakat meningkat, serta pelayanan pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Danbrigif 21/Komodo Kolonel Inf Agus Ariyanto, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yon Arhanud 2/ABW/2 Kostrad Letkol Arh Endis Fahrul Rizal, Danyon TP 877/Biinmaffo Letkol Inf Muhammad Sandi Helly Wijaya, para perwira Kodim 1618/TTU, jajaran Pemerintah Kabupaten TTU, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta ratusan masyarakat yang menjadi saksi lahirnya ikon baru kebanggaan Kabupaten Timor Tengah Utara.

banner 336x280