MITRANEWS.ID, KUPANG–Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 pada 1 April lalu.
Selama periode tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan dan distribusi energi tetap aman guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, baik saat arus mudik maupun arus balik.
Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), kondisi perjalanan masyarakat selama Lebaran terpantau aman dan lancar. Berdasarkan data Polda NTT, angka kecelakaan juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain pengaturan lalu lintas, dukungan sarana istirahat dan ketersediaan energi turut berperan dalam menekan risiko kecelakaan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama masa Satgas.
“Terima kasih kepada seluruh stakeholder, baik Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, termasuk dukungan keluarga mereka selama masa Satgas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama periode Ramadan dan Idul Fitri, konsumsi energi di NTT mengalami peningkatan. Penggunaan LPG tercatat naik 27 persen dibandingkan kondisi normal, sementara minyak tanah (kerosene) meningkat 16 persen. Konsumsi BBM jenis gasoline naik 5 persen dan Avtur meningkat 8 persen. Sementara itu, konsumsi gasoil justru mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
Satgas RAFI 2026 sendiri telah berlangsung sejak 9 Maret, dengan tugas utama memastikan distribusi energi berjalan lancar di seluruh wilayah operasional Pertamina, termasuk di NTT yang mengalami lonjakan потребsi selama momen hari besar keagamaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa selama masa Satgas, stok BBM, LPG, dan Avtur dalam kondisi aman dengan ketahanan antara 8 hingga 15 hari, tergantung jenis produk dan wilayah distribusi.
Untuk mendukung distribusi energi di NTT, Pertamina mengoperasikan sejumlah infrastruktur, di antaranya 9 Terminal BBM, 142 SPBU, 11 SPBUN, 7 agen LPG non-subsidi, serta 6 Aviation Fuel Terminal yang dipantau melalui sistem monitoring selama 24 jam.
Selain itu, Pertamina juga menyediakan layanan tambahan berupa 13 SPBU siaga 24 jam, 3 agen LPG siaga, serta 1 unit motorist yang bersifat mobile guna menjangkau pemukiman hingga jalur wisata.
Ahad menegaskan, hasil evaluasi Satgas RAFI tahun ini akan menjadi dasar perbaikan layanan ke depan.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.
Masyarakat juga dapat mengakses layanan informasi dan pengaduan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.















