oleh

Pertamina Perkuat Subsidi Tepat, Layanan QR Code di Jawa Timur Terus Ditingkatkan

-Ekbis-21 Dilihat

SURABAYA – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memperkuat program Subsidi Tepat dengan meningkatkan layanan berbasis QR Code, guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi semakin tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat.

Upaya ini dilakukan melalui evaluasi serta pemutakhiran data konsumen secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keandalan distribusi energi sekaligus memastikan BBM subsidi digunakan oleh pihak yang berhak.

Pada Rabu (29/4/2026), Pertamina menerima aspirasi dari kelompok sopir truk di Jawa Timur terkait penerapan barcode dalam program Subsidi Tepat. Dalam pertemuan tersebut, para sopir menyampaikan sejumlah kendala teknis di lapangan, sekaligus harapan agar kebijakan ini dapat berjalan lebih efektif tanpa menghambat distribusi barang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pemutakhiran data merupakan langkah strategis agar penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah.

“Penerapan QR Code ini merupakan kebijakan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi seperti Biosolar dan Pertalite tepat sasaran. Pertamina bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai penugasan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan para sopir dipandang sebagai bentuk perhatian pelanggan yang akan ditindaklanjuti secara serius oleh Pertamina.

Terkait kendala QR Code yang tidak dapat digunakan saat transaksi, sistem Pertamina secara berkala melakukan pemantauan terhadap data kendaraan dan pola penggunaan di SPBU.

Sistem juga mampu mendeteksi anomali, seperti pengisian dalam jumlah besar dalam waktu berdekatan atau penggunaan di beberapa SPBU berbeda dalam waktu singkat, yang berpotensi menjadi indikasi penyalahgunaan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur guna mempercepat proses verifikasi ulang dan mengaktifkan kembali QR Code pelanggan.

Data Pertamina mencatat, sebanyak 119 kendaraan telah melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan QR Code. Dari jumlah tersebut, sekitar 87 kendaraan atau 73,1 persen telah berhasil, sementara 32 kendaraan atau 26,9 persen lainnya masih terkendala, antara lain karena nomor polisi belum terdaftar, QR Code terhapus, atau perlunya revisi data kendaraan.

Pertamina mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif agar segera melakukan pendaftaran ulang dengan data kendaraan yang sesuai. Proses ini dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat mengakses BBM subsidi dengan lancar.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pertamina berharap distribusi energi dapat semakin adil, tepat sasaran, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.

banner 336x280