KEFAMENANU, mitranews.id – Kondisi Rumah Jabatan (Rujab) Pimpinan DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, kini menjadi sorotan tajam.
Polemik mencuat setelah adanya dugaan ketidaksesuaian antara serapan anggaran pemeliharaan dengan fakta kondisi fisik bangunan di lapangan.
Menanggapi situasi ini, Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) NTT, Viktor Manbait, mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem tunjangan perumahan dan transportasi anggota dewan.
Sebagai solusi jangka panjang, Viktor mengusulkan pembangunan asrama khusus dan pengadaan bus jemputan bagi para wakil rakyat.
“Pembangunan asrama akan menekan biaya perawatan gedung dan operasional rumah tangga secara signifikan. Secara sosial pun, ini akan memperkuat soliditas antaranggota dewan,” ujar Viktor.
Pembelaan Pimpinan Dewan: Mengaku Pakai Dana Pribadi
Di sisi lain, Ketua DPRD TTU, Kristo Efi, membantah tudingan adanya penyimpangan anggaran. Ia justru mengklaim kondisi Rujab yang ditempatinya jauh dari kata layak.
Kristo mengaku terpaksa menggunakan dana pribadi untuk melengkapi fasilitas rumah karena minimnya dukungan APBD.
“Kondisinya sangat tidak layak, namun tetap kami tempati. Banyak fasilitas yang saya bawa sendiri dari rumah pribadi tanpa membebani APBD. Tidak benar jika dikatakan ada anggaran pemeliharaan rutin setiap tahun yang besar,” ungkap Kristo dikutip dari realitasttu.
Kondisi Memprihatinkan: Atap Bocor dan Ancaman Bangunan Roboh
Klaim mengejutkan juga datang dari Wakil Ketua II DPRD TTU, Agustinus Siki. Melalui Kristo, terungkap bahwa kerusakan di Rujab pimpinan sudah mencapai tahap mengkhawatirkan. Kerusakan mencakup pagar yang keropos hingga atap yang bocor parah.
“Di Rujab Wakil I (Polce Naibesi), jika hujan turun, kami harus menadah air menggunakan baskom di dalam rumah. Kami bahkan merasa waspada karena khawatir bangunan tua ini bisa rubuh sewaktu-waktu,” tambahnya.
Meski menyebut kondisi bangunan nyaris hancur, para pimpinan DPRD TTU menegaskan bahwa mereka tetap menjalankan tugas dari rumah dinas tersebut. Mereka pun menantang publik untuk melakukan kroscek langsung guna melihat realita yang ada.











