oleh

Rayakan Pangan Lokal Timor! Ribuan Warga Meriahkan Festival Hai Mnahat di SoE

-Ekbis, News-167 Dilihat
banner 468x60

SOE, NTT – Yayasan Kopernik, didukung oleh Citi Foundation, sukses menggelar Festival Hai Mnahat (FHM) di Kota SoE, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pada 20 September 2025.

Mengusung tema lokal “Ayo gabung dan jaga katong pung makanan”, festival ini menjadi perayaan besar pangan lokal Timor sekaligus ajakan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis praktik pertanian adat.

banner 336x280

Festival yang diselenggarakan di Halaman Kantor Bupati TTS ini menjadi puncak dari Program PANGAN Kopernik yang selama dua tahun terakhir telah bekerja sama dengan lebih dari 200 petani kecil di Timor untuk merevitalisasi pertanian regeneratif dan memperkuat ekonomi komunitas.

Panggung Musik dan Kuliner Lokal Berpadu Jadi Gerakan Pangan

FHM dihadiri oleh petani, pengusaha mikro agribisnis, komunitas, hingga musisi nasional dan lokal. Berbagai kegiatan yang digelar mencakup:

Pasar Pangan Lokal: Menampilkan produk khas Timor.

Demo Masak: Menggunakan bahan pangan lokal, serta peluncuran buku resep hasil kolaborasi dengan kader Posyandu untuk mempromosikan gizi seimbang.

Gelar Wicara dan Lokakarya: Mempertemukan petani, aktivis, dan pemerintah, serta lokakarya kreatif seputar tenun, pangan, dan seni.

Pertunjukan Musik: Dimeriahkan oleh musisi papan atas seperti Efek Rumah Kaca, Navicula, Teddy Adhitya, Ave The Artist, Toton Caribo, Alfred Gare FT. PAX GROUP, dan penampilan stand-up comedy bertema kehidupan desa.

Pangan Lokal Adalah Kekuatan Persatuan

Ewa Wojkowska, COO dan Co-Founder Yayasan Kopernik, menyebut Festival Hai Mnahat sebagai momen perayaan dan refleksi.

“Dengan merayakan pangan lokal, kita tidak hanya menjaga tradisi dan identitas, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan komunitas di tengah krisis iklim yang makin parah,” ujarnya. “Dari ladang, dapur, hingga panggung, masyarakat Timor menunjukkan bahwa pangan lokal adalah kekuatan yang menyatukan kita.”

Senada, Hario Widyananto, Country Head of Public Affairs, Citi Indonesia, menyoroti bahwa di balik kontribusi sektor pertanian yang besar (hampir 14% terhadap PDB nasional), masih banyak komunitas yang memerlukan solusi berkelanjutan.

“Citi Indonesia bersama Citi Foundation bangga dapat mendukung organisasi seperti Kopernik dalam misinya. Festival Hai Mnahat menunjukkan bagaimana inovasi yang digerakkan oleh masyarakat berbasis praktik pertanian berkelanjutan dan kearifan lokal, dapat memperkuat sistem pangan, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun masa depan Indonesia yang lebih tangguh,” tambah Hario.

Jawab Tantangan Stunting dan Perubahan Iklim

Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya menekankan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan seni, tetapi gerakan bersama untuk menguatkan pangan lokal, menjaga lingkungan, dan meneguhkan identitas budaya.

“Kita menyadari bahwa Timor Tengah Selatan menghadapi tantangan ketahanan pangan dan gizi, termasuk tingginya angka stunting serta dampak perubahan iklim,” jelas Bupati Lioe. “Gerakan seperti Program PANGAN dan Festival Hai Mnahat ini menjadi bukti penting bahwa pangan lokal bukan hanya soal makan, tetapi juga identitas, kesehatan, dan masa depan generasi kita.”

Program PANGAN Kopernik sendiri fokus pada revitalisasi praktik pertanian adat, inovasi pascapanen (seperti rumah pengering tenaga surya dan budidaya Black Soldier Fly/BSF), dan promosi gizi seimbang lokal. Inisiatif ini bertujuan membangun sistem pangan mandiri dan tangguh di Timor Barat yang rentan terhadap krisis iklim dan masalah gizi.

Wilayah Timor Barat, NTT, menghadapi tantangan serius dalam akses pangan dan gizi dengan angka stunting yang tinggi. Program PANGAN Kopernik berupaya mengatasi hal ini melalui kombinasi pengetahuan leluhur, inovasi, dan penguatan komunitas untuk mendorong kedaulatan pangan dan pelestarian budaya.

banner 336x280