KEFAMENANU – Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Boy Battu, memastikan satu unit hand traktor akan diberikan kepada Kelompok Tani Wanita Nunapa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pertanian dan meringankan pekerjaan para petani.
Kepastian itu disampaikan Kristoforus Boy Battu saat menggelar reses di rumah Ketua RT 28, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/10/2026).
Dalam dialog bersama warga, Boy Batu menjelaskan bahwa usulan bantuan hand traktor untuk kelompok tani tersebut telah disampaikan sebelumnya dan kini sedang ditindaklanjuti.
“Saya sudah usulkan. Jadi, sebelum bulan Desember nanti, sudah ada,” kata Boy Battu saat menjelaskan rencana bantuan tersebut.
Ia menegaskan, bantuan hand traktor itu nantinya menjadi hak milik kelompok tani sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pertanian anggota kelompok.
Menurut Boy Battu, usulan bantuan tersebut berawal dari pertemuannya dengan ketua kelompok tani saat pelaksanaan reses tahun sebelumnya di Kelurahan Sasi.
Aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti setelah dirinya memperoleh informasi dari petugas Dinas Pertanian mengenai ketersediaan dua unit traktor.
“Waktu reses tahun lalu, saya bertemu dengan ketua kelompok tani dan usulan itu disampaikan. Setelah itu, saya mendapat informasi dari Dinas Pertanian bahwa ada dua unit traktor,” jelasnya.
Boy Battu meminta Ketua Kelompok Tani Wanita Nunapa, Magdalena, bersama seluruh anggota kelompok untuk mempersiapkan diri agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia berharap bantuan alat pertanian itu tidak hanya mempermudah pengolahan lahan, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas kelompok tani di Kelurahan Maubeli.
Selain persoalan bantuan alat pertanian, reses tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, termasuk persoalan ketersediaan air bagi kelompok tani.
Boy Battu menyimak aspirasi warga terkait kebutuhan air yang disampaikan oleh salah seorang peserta dialog.
Persoalan tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian guna mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
Melalui kegiatan reses ini, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat dihimpun dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Reses merupakan salah satu sarana bagi anggota DPRD untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan pembangunan daerah.














