KUPANG – Fahmi Abdullahi resmi dilantik sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk masa bakti 2025–2031.
Dengan amanah tersebut, Fahmi diharapkan mampu memimpin organisasi KKSS serta memperkuat persatuan dan solidaritas warga Sulawesi Selatan yang berada di NTT.
Atas amanah yang diembannya Fahmi saat dikonfirmasi mengatakan akan menjalankan program prioritas dan target yang ingin dicapai.
Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh keluarga besar KKSS Provinsi NTT kepada saya untuk memimpin organisasi ini pada masa bakti 2025–2031. Terpilih secara aklamasi merupakan sebuah kehormatan, tetapi sekaligus tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Bagi saya, KKSS bukan sekadar organisasi paguyuban warga Sulawesi Selatan di perantauan. KKSS harus menjadi rumah besar yang mempersatukan keluarga, memperkuat solidaritas, membangun kemandirian ekonomi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ada beberapa prioritas utama yang ingin kami dorong.
Pertama, konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga komunitas warga KKSS. Kita ingin organisasi ini solid, aktif, tertata, dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh anggotanya.
Kedua, penguatan ekonomi warga KKSS melalui pemberdayaan pengusaha, UMKM, akses permodalan, kemitraan usaha, jaringan perdagangan, dan investasi. Saya ingin warga KKSS yang memiliki usaha dapat berkembang, sementara generasi muda yang ingin menjadi pengusaha mendapatkan pendampingan dan kesempatan.
Ketiga, program sosial dan kemanusiaan, termasuk mendorong pengadaan ambulans KKSS serta pembangunan rumah singgah atau sekretariat di Kota Kupang. Rumah singgah ini diharapkan dapat menjadi tempat membantu warga KKSS dari kabupaten yang datang ke Kupang untuk berobat, mendampingi keluarga yang sakit, atau membutuhkan tempat tinggal sementara ketika mengurus berbagai keperluan.
Keempat, pemberdayaan generasi muda dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, agar anak-anak muda KKSS memiliki kompetensi, karakter, jiwa kewirausahaan, dan daya saing untuk mengambil bagian dalam pembangunan NTT.
Kelima, memperkuat peran KKSS dalam kegiatan sosial, pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan daerah.
Target besar saya selama masa kepemimpinan ini adalah menjadikan KKSS NTT sebagai organisasi yang solid secara internal, kuat secara ekonomi, peduli secara sosial, dan terbuka dalam membangun kolaborasi dengan semua pihak.
Kita ingin keberadaan KKSS benar-benar dirasakan oleh hampir 100 ribu warga KKSS yang tersebar di NTT, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Ukuran keberhasilan kepemimpinan ini bukan sekadar banyaknya kegiatan atau megahnya acara, tetapi berapa banyak warga yang terbantu, usaha yang berkembang, generasi muda yang maju, dan persoalan sosial yang dapat kita selesaikan bersama.
Ia juga mengungkapkan strategi dalam memperkuat persatuan dan solidaritas warga Sulawesi Selatan yang berada di NTT, sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat lokal dan suku-suku lainnya.
Saya lahir dan besar di Kefamenanu, Kabupaten TTU, dari keluarga perantau asal Sulawesi Selatan. Saya tumbuh, bersekolah, membangun usaha, dan menjalani kehidupan bersama masyarakat NTT yang sangat beragam suku, agama, dan budayanya.
Karena itu, bagi saya, NTT bukan sekadar tempat tinggal atau tempat mencari nafkah. NTT adalah rumah kita bersama, tempat kita membangun masa depan, membesarkan anak-anak, dan mengabdikan diri bagi masyarakat.
Pengalaman hidup tersebut mengajarkan saya bahwa identitas sebagai warga Sulawesi Selatan harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, bukan menjadi sekat yang memisahkan kita dari masyarakat lainnya.
“Strategi saya adalah memperkuat persatuan warga KKSS dengan mengedepankan prinsip sipakatau, sipakalebbi, sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan,”tandasnya.
Di dalam organisasi, kita harus menghilangkan sekat-sekat yang tidak produktif, memperkuat komunikasi, menghargai perbedaan, serta membangun semangat bahwa kita semua adalah satu keluarga besar KKSS, di mana pun kita tinggal dan apa pun profesi kita.
Pada saat yang sama, kita harus terus merawat hubungan harmonis dengan masyarakat lokal, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, serta seluruh paguyuban dan suku yang ada di NTT.
Saya ingin KKSS menjadi contoh organisasi yang mampu menjaga identitas budaya leluhur sekaligus menghormati adat istiadat masyarakat setempat. Kita datang ke NTT bukan untuk merasa lebih baik daripada orang lain, tetapi untuk hidup berdampingan, bekerja sama, dan memberikan kontribusi.
Kita harus memperkuat kegiatan lintas budaya, aksi sosial bersama, kerja sama ekonomi, kegiatan kepemudaan, dan dialog antarkomunitas. Dengan cara itu, persaudaraan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
Prinsip saya sederhana: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita menjaga kehormatan budaya leluhur, menghormati budaya masyarakat NTT, dan bersama-sama membangun daerah ini dengan semangat persaudaraan.
Saya ingin KKSS menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarsuku dan antaragama. Sebab, kemajuan NTT tidak mungkin dibangun oleh satu kelompok saja. Kemajuan NTT adalah tanggung jawab kita bersama.
3. Sebagai Ketua KKSS NTT, kontribusi konkret apa yang akan Bapak dorong agar warga KKSS dapat berperan lebih besar dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang ekonomi, UMKM, sosial, dan pemberdayaan generasi muda?
Saya ingin KKSS NTT bergerak dari organisasi yang hanya mempertemukan warga menjadi organisasi yang mampu menggerakkan potensi warganya untuk menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.
Di bidang ekonomi, kami akan mendorong pendataan potensi pengusaha dan UMKM warga KKSS di seluruh NTT. Kita perlu mengetahui siapa yang bergerak di bidang perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, jasa, industri pengolahan, dan sektor lainnya.
Dari pendataan tersebut, kita bisa membangun jaringan kemitraan dan perdagangan antarpelaku usaha, memperluas pasar produk lokal, mendorong investasi, serta membuka peluang kerja sama dengan pengusaha lokal dan pemerintah daerah.
Saya ingin KKSS menjadi wadah yang mempertemukan pengusaha besar dengan UMKM, pengusaha berpengalaman dengan calon pengusaha muda, serta pemilik akses pasar dengan para produsen lokal.
Di bidang UMKM, kita akan mendorong pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan perluasan akses pasar. Harapannya, semakin banyak warga KKSS yang mandiri secara ekonomi dan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Di bidang sosial, dua gagasan yang ingin kami perjuangkan adalah pengadaan ambulans KKSS dan rumah singgah di Kota Kupang. Kedua program ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan serta keluarga dari daerah yang menghadapi kesulitan ketika harus berobat di ibu kota provinsi. Pelaksanaannya tentu perlu didukung perencanaan, pendanaan, dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Di bidang generasi muda, kami ingin membangun program kaderisasi, pelatihan keterampilan, literasi digital, pendampingan usaha rintisan, serta penguatan jejaring pendidikan dan karier. Anak-anak muda KKSS harus dipersiapkan menjadi pengusaha, profesional, pemimpin, dan inovator yang mampu bersaing sekaligus memberikan manfaat bagi daerah.
Selain itu, kami ingin mendorong kontribusi warga KKSS dalam pembangunan sektor produktif NTT, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, pariwisata, dan industri pengolahan hasil lokal. Potensi ekonomi daerah harus kita kembangkan melalui kemitraan yang adil dan saling menguntungkan.
Namun, saya tegaskan bahwa semua program tersebut tidak boleh hanya menjadi agenda pengurus. Kita perlu membangun kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, serta paguyuban lainnya.
Visi saya adalah menjadikan KKSS NTT sebagai rumah persaudaraan, pusat pemberdayaan ekonomi, dan kekuatan sosial yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Saya ingin warga KKSS semakin sejahtera, UMKM semakin maju, generasi muda semakin berdaya, dan hubungan dengan masyarakat NTT semakin erat.
Pada akhirnya, kita merantau bukan hanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi keluarga masing-masing. Kita juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun daerah tempat kita hidup dan membesarkan generasi penerus.
Mari kita jadikan amanah ini sebagai gerakan bersama. Kita kuatkan persatuan, kita bangun kemandirian ekonomi, kita hadir untuk sesama, dan kita berkontribusi bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur.
“KKSS harus menjadi organisasi yang membanggakan anggotanya, diterima masyarakat, dan dirasakan manfaatnya oleh semua,”harap CEO Jabalmart Group.














