KEFAMENANU, mitranews.id – Unit II Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polres Timor Tengah Utara (TTU) melakukan monitoring ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah di sejumlah pangkalan dalam wilayah Kota Kefamenanu, Jumat (27/2/2026).
Monitoring tersebut dipimpin Kanit II Satintelkam Polres TTU, AIPTU Alfrid C. Kuabib, dengan menyasar beberapa pangkalan minyak tanah guna memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.
Dari hasil pemantauan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), diketahui bahwa stok BBM jenis minyak tanah di beberapa pangkalan saat ini mengalami kekurangan.
Kondisi tersebut diduga akibat pembatasan pengisian dari pihak Depo Pertamina Atapupu.
Menurut keterangan salah satu pemilik pangkalan, distribusi minyak tanah dari Depo Pertamina Atapupu dibatasi, sementara permintaan masyarakat terus meningkat.
“Pengiriman dari depo dibatasi, sedangkan permintaan dari konsumen semakin tinggi sehingga sering terjadi kekosongan di pangkalan,” ungkap pemilik pangkalan tersebut.
AIPTU Alfrid C. Kuabib, menyatakan
Selain itu, hasil monitoring juga menunjukkan adanya kenaikan harga minyak tanah di tingkat penjual eceran.
“Data yang kami himpun, harga yang semula stabil kini berkisar antara Rp5.500 hingga Rp6.000 per liter di tingkat eceran,”AIPTU Alfrid C. Kuabib.
Sementara itu, pada tingkat agen dan pangkalan resmi, harga minyak tanah masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pihak kepolisian melalui Satintelkam Polres TTU terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar dan mengantisipasi potensi penimbunan maupun permainan harga di lapangan.

















