KEFAMENANU – Staf Khusus Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Bidang Ekonomi, H. Fahmi H. Abdulahi, SE, menyatakan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan bentuk pengabdian kepada daerah, bukan sekadar jabatan.
Hal tersebut disampaikan Fahmi usai menerima kepercayaan dari Bupati TTU untuk membantu pemerintah daerah sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Timor Tengah Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi,” ujar Fahmi.
Menurutnya, jabatan tersebut tidak diukur dari kehormatan ataupun materi. Justru karena dijalankan tanpa imbalan, amanah itu dimaknainya sebagai panggilan untuk mengabdi kepada tanah kelahirannya.
Fahmi mengungkapkan, selama ini dirinya mendapat kesempatan membangun berbagai usaha di Kabupaten TTU. Keberhasilan yang diraih, kata dia, tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak.
Karena itu, ia merasa memiliki kewajiban moral untuk mengembalikan pengalaman, jaringan, tenaga, serta pemikiran demi mendukung kemajuan daerah.
Ia meyakini setiap putra daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi kampung halamannya.
Kontribusi tersebut, menurutnya, tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui gagasan, pengalaman, jejaring, serta kesediaan membantu pemerintah mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi, Fahmi berharap dapat menghadirkan ide-ide yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.
Karena itu, Fahmi mengajak seluruh masyarakat TTU untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah dengan memberikan doa, masukan, serta kritik yang membangun.
“Mari kita kesampingkan perbedaan dan bergandengan tangan membangun Timor Tengah Utara yang lebih maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” katanya.
Fahmi berharap langkah pengabdiannya dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewariskan TTU yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“TTU adalah rumah kita. Tempat kita dilahirkan, dibesarkan, dan tempat terbaik untuk mengabdikan karya serta pikiran. Mari kita bangun TTU tercinta, bersama,” tutupnya.

















