KEFAMENANU — Galeri NTTMart turut meramaikan acara launching Pasar Perbatasan di PLBN Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (14/8/2026).
Kehadiran Galeri NTTMart menjadi salah satu bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) asal NTT kepada masyarakat.
Beragam produk lokal ditawarkan, mulai dari sabun khusus untuk mencuci kain tenun agar warna tidak mudah luntur, pakaian berbahan tenun, kain tenun dengan berbagai motif, aksesori, hingga produk kuliner dan minuman herbal.
Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah Sabun NTT A61, yang tersedia dalam kemasan 250 mililiter dan 550 mililiter. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.
Admin Galeri NTTMart, Keirlin, mengatakan pihaknya berupaya menawarkan produk-produk lokal dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.
“Untuk harga, kami sesuaikan agar cukup terjangkau bagi pembeli,” kata Keirlin.
Selain sabun khusus kain tenun, Galeri NTTMart juga menyediakan berbagai produk seperti temulawak instan, kopi Rimba Mutis, bubuk daun kelor, pakaian tenunan, kain tenun bermotif, aksesori, hingga tas.
Untuk selendang berukuran kecil, harganya bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp250 ribu. Sementara kain tenun dijual mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1 juta, tergantung motif, bahan dan ukurannya.
Kain tenun yang tersedia di antaranya berukuran sekitar 120 x 220 sentimeter. Sementara tas berbahan tenun ditawarkan mulai dari harga Rp600 ribu.
Menurut Keirlin, kehadiran Galeri NTTMart di Pasar Perbatasan PLBN Napan diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM dan IKM lokal.
“Selain pembelian langsung, ada juga yang melakukan pemesanan secara online,” ujarnya.
Untuk memudahkan transaksi, pembeli dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun menggunakan QRIS.
Selain Galeri NTTMart, sejumlah lapak lainnya juga turut hadir dengan menawarkan berbagai produk dan kuliner khas Kefamenanu.
Pasar Perbatasan PLBN Napan diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal sehingga mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di wilayah perbatasan.
Sebelumnya staf khusus Bupati, Fahmi H Abdullahi mengatakan launching uji coba Pasar Perbatasan PLBN Napan direncanakan pada 14 Agustus 2026.
Kegiatan launching akan dirangkaikan dengan sejumlah agenda, di antaranya parade drumband, pengibaran Bendera Merah Putih berukuran besar di puncak PLBN Napan, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan Pasar Perbatasan PLBN Napan.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkenalkan Pasar Perbatasan Napan sebagai pusat aktivitas ekonomi, sosial dan budaya masyarakat perbatasan.
Pasar ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi embrio terbentuknya pusat ekonomi baru di kawasan perbatasan yang mampu menangkap peluang pergerakan masyarakat dan aktivitas perdagangan lintas batas secara lebih produktif.












