oleh

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Pasokan Pertamax di SPBU Kefamenanu Masih Menunggu Realisasi

-Ekbis-45 Dilihat

KEFAMENANU – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum berdampak pada perubahan pola permintaan di SPBU 54.856.02 Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Namun, pasokan Pertamax masih menunggu realisasi pengiriman dari pihak Pertamina.

Pengawas SPBU 54.856.02 Kefamenanu, Yermias Dangga, Kamis (11/6/2026), menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengajukan permintaan BBM sesuai kebutuhan normal meskipun terjadi penyesuaian harga BBM non-subsidi.

“Permintaan yang diajukan pada Selasa lalu sebanyak Pertalite 16.000 sedangkan Pertamax 8.000 dan bio solar 8.000 liter. sementara Pertamax masih tertunda,” kata Yermias.

Menurutnya, pasokan solar yang telah diterima digunakan untuk menjaga ketersediaan stok sambil menunggu masuknya pasokan Pertamax yang diperkirakan tiba dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi BBM di SPBU tersebut cukup tinggi karena menjadi salah satu titik distribusi utama di wilayah Kefamenanu. Kondisi itu membuat stok harus terus dijaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

“Kami tetap mengatur penyaluran agar stok yang tersisa bisa digunakan sambil menunggu pengiriman berikutnya. Tujuannya supaya pelayanan kepada masyarakat tetap normal,” ujarnya.

Terkait kenaikan harga BBM non-subsidi, Yermias mengatakan tidak ada informasi dari Pertamina mengenai pembatasan distribusi maupun pengurangan kuota.

“Pasokan tetap seperti biasa. Tidak ada informasi mengenai pembatasan. Penyaluran tetap mengikuti permintaan yang diajukan melalui aplikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, permintaan terbaru yang diajukan pada Kamis (11/6/2026) kembali mencakup 16 ton Pertamax dan 8 ton solar. Namun hingga saat ini pihak SPBU masih menunggu konfirmasi realisasi dari Pertamina.

“Pengajuan tetap kami lakukan untuk menjaga stok. Untuk hari ini kami mengajukan 16 ton Pertamax dan 8 ton solar. Tinggal menunggu realisasinya berapa yang akan dikirim,” katanya.

Yermias menjelaskan bahwa seluruh permintaan BBM diajukan secara daring melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan Pertamina, sedangkan distribusi ke SPBU Kefamenanu dilakukan melalui terminal penyaluran di Atambua.

Meski terjadi penyesuaian harga BBM non-subsidi, pihak SPBU memastikan pelayanan kepada konsumen tetap berjalan normal sambil menunggu tambahan pasokan Pertamax tiba di Kefamenanu.

banner 336x280