oleh

CEO Jabal Group Siap Kembangkan Pisang Cavendish di Wilayah Perbatasan TTU, Gandeng Warga dengan Sistem Bagi Hasil

-Ekbis-11 Dilihat

KEFAMENANU – CEO Jabal Group, Fahmi H. Abdullahi, berencana mengembangkan budidaya pisang Cavendish di sejumlah kecamatan perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Program tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan masyarakat pemilik lahan menggunakan sistem bagi hasil.

Hal itu ia ungkapkan kepada wartawan di Puangamo coffee, Jumat sore.

Fahmi mengatakan, pengembangan pisang Cavendish memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat. Namun, ia menegaskan lokasi yang dipilih harus memiliki ketersediaan air yang cukup agar tanaman dapat tumbuh optimal.

“Yang terpenting ada air. Kalau air tersedia, pisang Cavendish bisa tumbuh subur dan hasilnya bagus,” ujarnya.

Saat ini, Fahmi mengaku telah memulai penanaman di lahan seluas sekitar satu hektare. Menurutnya, luas lahan tersebut belum mampu memenuhi tingginya permintaan pasar sehingga ia berencana memperluas areal tanam ke wilayah-wilayah perbatasan yang memiliki potensi sumber air.

Salah satu rencana kerja sama akan dilakukan di wilayah Loli dengan sistem bagi hasil. Dalam skema tersebut, Jabal Group menyediakan bibit, pendampingan budidaya, hingga pemasaran hasil panen, sedangkan masyarakat menyediakan lahan.

“Hasil keuntungan bersih nantinya dibagi, sekitar 70 persen untuk pengelola yang menanggung biaya produksi dan pemasaran, sedangkan 30 persen untuk pemilik lahan,” jelasnya.

Menurut Fahmi, pisang Cavendish mulai dapat dipanen pada usia sekitar sembilan bulan. Perawatannya juga relatif mudah selama kebutuhan air terpenuhi. Selain itu, pemupukan dilakukan sekitar dua bulan sekali dengan mengutamakan penggunaan pupuk organik cair (POC).

Ia berharap program tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat perbatasan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

banner 336x280