KEFAMENANU-Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat, termasuk di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta mengoptimalkan pelayanan di seluruh SPBU.
Menanggapi antrean kendaraan yang terjadi di tiga SPBU di wilayah Kefamenanu pada Kamis (8/10), Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi Pertalite, peningkatan pembelian pada jam-jam tertentu secara bersamaan, serta peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Pertamina terus mengoptimalkan skema suplai alternatif melalui Integrated Terminal (IT) Tenau untuk mendukung kebutuhan BBM di wilayah TTU.
Seiring dengan penyesuaian ketersediaan stok di IT Tenau, Pertamina mengoptimalkan koordinasi dengan Fuel Terminal Atapupu guna memastikan kelancaran suplai. Pengiriman melalui skema Reguler Alternatif Emergency (RAE) akan kembali dioptimalkan setelah kapal MT Geraldine diperkirakan tiba pada 10 Oktober 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina terus melakukan koordinasi intensif dengan Fuel Terminal Atapupu, IT Tenau, serta SPBU untuk mempercepat pengiriman dan mengoptimalkan pola distribusi BBM ke wilayah Kefamenanu.
“Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan BBM dan memastikan penyalurannya kepada masyarakat tetap berjalan. Kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat suplai, sekaligus memastikan pelayanan di SPBU berlangsung tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ahad.
Pertamina juga berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten TTU dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan serta menertibkan praktik pelangsiran dan penjualan BBM secara tidak sesuai ketentuan.
Seluruh SPBU diimbau untuk melayani konsumen secara tertib, tidak melayani pembelian berulang yang terindikasi sebagai praktik pelangsiran, serta memastikan penyaluran BBM subsidi dan kompensasi negara sesuai peruntukannya.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, karena pembelian secara berlebihan justru dapat meningkatkan antrean dan mengganggu kelancaran pelayanan bagi konsumen lainnya.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan keluhan terkait layanan dan penyaluran BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Sebelumnya diberitakan antrean panjang kendaraan mengantre di 3 SPBU di Kota Kefamenanu TTU, bahkan ada yang mengantre hingga 12 jam baru bisa perolehan BBM Jenis Solar.














