oleh

Perketat Pengawasan, Pertamina Bakal Gandeng APH Sidak Oknum Penimbun LPG

KUPANG, mitranews.id– Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperketat pengawasan distribusi Elpiji (LPG) di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada oknum yang “bermain” atau mengambil keuntungan pribadi di tengah fluktuasi pasokan dan lonjakan permintaan pasar.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pihaknya telah menyiapkan mekanisme kontrol ketat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di tingkat konsumen.

“Kami memastikan agen mendistribusikan LPG ke outlet dan masyarakat sesuai harga jual wajar. Pertamina juga melibatkan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan sweeping terhadap oknum yang sengaja menimbun atau melakukan pembelian tidak wajar,” tegas Ahad dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Penyebab Hambatan Distribusi

Ahad menjelaskan bahwa kendala distribusi yang dirasakan masyarakat berakar dari gangguan logistik di pelabuhan sejak akhir 2025. Perubahan rute jadwal kapal serta insiden teknis di Pelabuhan Surabaya menjadi pemicu utama.

“Hambatan terjadi sejak adanya perubahan rute Kapal Meratus. Kendala utama adalah antrean panjang di pelabuhan imbas adanya kapal miring dan kontainer tenggelam di Pelabuhan Surabaya yang merupakan supply point utama kami,” jelasnya.

Konsumsi Sektor Horeka dan Dapur MBG Meningkat

Berdasarkan data realisasi Januari-Februari 2026, terjadi tren peningkatan konsumsi LPG nonsubsidi secara signifikan dibandingkan rata-rata harian normal:

LPG 12 Kg: Naik menjadi 202 tabung/hari (Meningkat 1,5%).
LPG 50 Kg: Naik tajam menjadi 17 tabung/hari (Meningkat 42%).

Lonjakan ini dipicu oleh mulai menjamurnya sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka), serta operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan energi dalam skala besar.

Pasokan Tambahan Segera Tiba

Untuk mengimbangi lonjakan tersebut, Pertamina terus mengguyur stok tambahan ke pasar. Setelah masuknya stok awal, pada periode 9-10 Maret 2026 diestimasikan akan tiba kembali pasokan tambahan dengan rincian:

LPG 5,5 kg: 529 tabung
LPG 12 kg: 1.232 tabung
LPG 50 kg: 96 tabung

Total suplai tambahan ini meningkat dari rencana awal 1.125 tabung menjadi 1.857 tabung. Dengan masuknya ribuan tabung ekstra ini, Pertamina optimis kebutuhan masyarakat dan sektor usaha di Kupang dapat terakomodasi dengan baik. (seb)

banner 336x280

News Feed