oleh

Publik Menanti Keadilan untuk dr. Icha, YABIKU Desak Penanganan Cepat dan Transparan

-Hukrim-46 Dilihat

Kupang – Meninggalnya dr. Icha Pakaenoni yang diduga mengalami tekanan psikis setelah mendapat intimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu terus menjadi perhatian publik. Berbagai elemen masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

Ketua LSM Pemerhati Perempuan, Yayasan Amnaut Bife Kuan (YABIKU) NTT, Maria Filiana Tahu, meminta Polres Timor Tengah Utara (TTU) bekerja cepat dan tepat dalam menangani kasus yang menimpa dokter muda tersebut.

Menurut Maria, penanganan yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat berdampak pada ketertiban masyarakat serta mengganggu pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

“Kami meminta Polres TTU bekerja cepat dan tepat dalam mengusut kasus ini. Jika terlalu lama, maka akan berdampak pada ketertiban masyarakat dan menghambat pelayanan dari lembaga pemerintahan,” ujar Maria, Senin, (29/6/2026).

Ia menilai, penanganan yang cepat dan profesional akan menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak dalam memberikan perlindungan kepada para pelayan kemanusiaan, terutama tenaga kesehatan yang berada di garis depan menjaga keselamatan pasien.

“Kasus ini harus menjadi pembelajaran berharga untuk perlindungan terhadap semua pelayan kemanusiaan, khususnya tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan hidup masyarakat,” tegasnya.

Maria juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian dr. Icha Pakaenoni yang telah dimakamkan di Kabupaten Kupang pada Senin sore.

“Kami turut berdukacita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan sejati,” ungkapnya.

Sebelum meninggal dunia, dr. Icha diduga mendapat intimidasi dari keluarga pasien korban gigitan ular, yang salah satunya merupakan anggota DPRD Kabupaten TTU. Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, mengatakan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan terhadap tiga anggota DPRD yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut.

“Kami sedang melakukan permintaan keterangan terhadap tiga anggota DPRD tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan,” kata Kapolres.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik dan memunculkan tuntutan agar ada perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

banner 336x280