KEFAMENANU – Memasuki Musim kemarau, ancaman kebakaran hutan masih sering terjadi bahkan banyak kasus dilakukan oleh masyarakat.
Menanggapi hal itu, di Kabupaten Timor Tengah Utara, pihak TNI berupaya menjaga kelestarian hutan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor-Leste (RI-RDTL).
Satgas Citarum Bais TNI bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan (FKMP) RI-RDTL dan Satgas Pamtas RI-RDTL Yon Arhanud-2/Kostrad Sektor Barat Pos Baen serta Pos Haumeni Ana menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Sosialisasi dilakukan dengan memasang sejumlah banner berisi pesan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan tetap lestari sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan di kawasan perbatasan RI-RDTL.
Kegiatan ini dinilai penting mengingat Kecamatan Bikomi Nilulat merupakan salah satu wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Desa Pasabe, Distrik Oecusse, RDTL.
Kawasan hutan di wilayah tersebut juga membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama agar kelestariannya tetap terjaga serta terhindar dari ancaman kebakaran, terutama pada musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Plt. Camat Bikomi Nilulat, Lidia Laklo, Guru SD Negeri Sunkaen Julio Meni, serta sekitar 30 siswa-siswi SD Negeri Sunkaen.
Pemasangan banner dilakukan di dua lokasi strategis, yakni di Desa Haumeni Ana dan di depan Kantor Camat Bikomi Nilulat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan perbatasan untuk ikut menjaga lingkungan.
Plt. Camat Bikomi Nilulat, Lidia Laklo, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga aktif mencegah berbagai tindakan yang dapat memicu kebakaran.
“Mari bersama-sama menjaga hutan agar tetap lestari dan mencegah terjadinya kebakaran hutan,” pesannya.
Selain menyasar masyarakat, keterlibatan para pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
Kolaborasi antara Satgas Citarum Bais TNI, FKMP RI-RDTL, Satgas Pamtas Yon Arhanud-2/Kostrad, pemerintah kecamatan, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan di wilayah perbatasan.
















