oleh

Satlantas Polres TTU Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Dalam Operasi Zebra Turangga 2025

KEFAMENANU, TTU — Satuan Lalu Lintas Polres TTU terus menggencarkan Operasi Zebra Turangga 2025 yang kini memasuki hari ke-10. Kasat Lantas Polres TTU, Iptu Niken Ayu Prabandari, menyampaikan perkembangan hasil penindakan selama operasi berlangsung, yang menunjukkan masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Kabupaten TTU.

Menurut Iptu Niken, hingga hari ke-10 operasi, tercatat 9 tilang elektronik, disusul 18 tilang manual, serta 51 kali teguran terhadap pengendara berbagai jenis kendaraan. “Di TTU ini kita belum ada perangkat untuk ETLE statis, jadi sebagian besar masih menggunakan tilang manual,” jelasnya.

Total kendaraan yang dilakukan penindakan maupun teguran terdiri dari 59 sepeda motor dan 10 mobil. Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM, pajak kendaraan yang mati, serta penggunaan handphone saat berkendara.

Selain surat-surat, pelanggaran terkait kelengkapan kendaraan seperti spion dan pelat nomor juga marak ditemukan. Salah satu fokus khusus operasi adalah kendaraan pengangkut barang menggunakan “resi” atau keranjang berongkong yang dinilai membahayakan penumpang lain. “Kalau kita temukan kendaraan pengangkut pakai resi, langsung kita tindak dan kita ganti wadahnya supaya tidak dipakai lagi karena itu sangat berbahaya,” tegas Iptu Niken.

Sosialisasi ke Sekolah, Tekan Pelanggaran Pelajar

Kasat Lantas menuturkan bahwa sebelum operasi dimulai, pihaknya aktif melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah di beberapa kecamatan, seperti Insana Utara, Insana Induk, Ponu, hingga sekolah-sekolah di Kota Kefamenanu. Sosialisasi ini bertujuan menekan pelanggaran di kalangan pelajar yang masih banyak ditemukan berkendara di bawah umur dan tanpa kelengkapan.

“Kita sudah komitmen dengan kepala sekolah. Kalau ada siswa yang melanggar saat razia, dokumentasinya langsung kita kirim ke sekolah. Kepala sekolah biasanya langsung arahkan untuk ditilang,” ungkapnya.

Angka Kecelakaan Turun Selama Operasi

Sebelum Operasi Zebra, angka kecelakaan di TTU meningkat cukup signifikan, mencapai kenaikan 30 persen dari periode Januari–Oktober dibanding tahun sebelumnya. Namun, selama pelaksanaan Operasi Zebra, tercatat hanya satu kasus kecelakaan, yaitu tabrakan motor yang menyebabkan luka berat pada korban.

“Syukurnya selama operasi, kecelakaan hanya satu. Sebelumnya dalam sebulan bisa lima kasus ke atas,” ujar Iptu Niken.

Ia menambahkan bahwa kecelakaan paling banyak terjadi pada musim pesta adat, acara keluarga, atau saat masyarakat mengonsumsi minuman keras kemudian berkendara. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah kecelakaan tunggal akibat pengendara mabuk yang menabrak pembatas jalan hingga mengalami putus kaki.

Himbauan Keselamatan

Dalam sosialisasinya di sekolah-sekolah, Kasat Lantas juga mengingatkan siswa tentang dampak jangka panjang jika tidak mematuhi aturan lalu lintas. “Efeknya bisa kecelakaan, kehilangan nyawa, hingga hilangnya kesempatan meraih cita-cita,” ujarnya.

Ia berharap hingga akhir tahun angka kecelakaan di TTU dapat terus menurun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas.

“Polisi menindak bukan karena tidak sayang, tapi justru karena peduli keselamatan masyarakat. Semoga perilaku berkendara masyarakat TTU semakin baik,” tutupnya.

banner 336x280