KEFAMENANU, Mitranews.id – Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) menggelar Syukuran Natal bersama dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Kamis (15/1/2026) pukul 08.00 WITA. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gereja Petra Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Syukuran Natal tersebut dihadiri Kapolres TTU beserta jajaran, Wakil Bupati TTU, Wakapolres TTU, Pasi Ops Kodim 1618/TTU, Danton Yon TP 877 Biinmaffo, Sekda TTU, Ketua Klasis Kabupaten TTU, para romo dan pendeta, pejabat utama Polres TTU, anggota Polres TTU yang beragama Nasrani, Satgas Pamtas Brimob Polda NTT, anggota Kodim 1618/TTU serta personel Pamtas Sektor Barat.
Kapolres TTU dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal bukan sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga momentum refleksi nilai-nilai kasih, pengendalian diri, dan semangat melayani dengan tulus.
“Natal mengajarkan kasih, pengendalian diri, dan semangat melayani dengan tulus. Nilai-nilai ini sejalan dengan tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam menjaga keluarga agar terbebas dari tindak kekerasan,” tegas Kapolres TTU.
Ia menambahkan, pesan Natal memiliki keterkaitan langsung dengan tugas kepolisian, khususnya dalam melindungi keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
Kapolres juga memaparkan kondisi kamtibmas di wilayah TTU. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat sebanyak 37 kasus telah teregister dalam laporan kepolisian.
“Sebagian kasus memang dapat diselesaikan melalui pendekatan damai, namun kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi perhatian serius kami,” ungkapnya.
Selain KDRT, Kapolres menyoroti minuman keras (miras) sebagai faktor dominan pemicu konflik dan tindak pidana di wilayah TTU.
“Pada awal Januari 2026 saja, Polres TTU mencatat 10 kasus yang berkaitan langsung dengan miras. Ini menjadi tantangan bersama,” jelasnya.
Kapolres menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk membangun kesadaran bersama dalam melindungi keluarga dari kekerasan dan perilaku destruktif,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati TTU dalam sambutannya menekankan makna kelahiran Yesus Kristus yang sarat dengan nilai kesederhanaan dan pelayanan.
“Palungan kelahiran Yesus melambangkan kesederhanaan. Yesus datang untuk melayani, bukan untuk dilayani,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres TTU dan seluruh jajaran Polres TTU atas inisiatif pelaksanaan Natal bersama.
“Ini menunjukkan komitmen Polri yang tidak hanya menjadi mitra masyarakat, tetapi juga mitra pemerintah dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, aman, dan damai,” katanya.
Ia turut mengucapkan terima kasih atas pengamanan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten TTU yang berlangsung aman dan kondusif.
“Terima kasih atas kerja keras Polres TTU sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan aman dan damai,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Romo Januarius Mau Kura, Pr menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Natal bersama lintas denominasi tersebut.
“Kapolres telah memberikan panggung dan momen yang sangat istimewa untuk menghimpun seluruh umat Kristiani di Kabupaten TTU dalam merayakan Natal bersama,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan Natal sebagai momentum berjalan bersama dalam semangat persaudaraan.
“Mari kita belajar dari Natal tahun ini. Kita harus berjalan bersama, bergandengan tangan, untuk melakukan hal yang istimewa, yakni membawa damai bagi sesama,” ajaknya.
Syukuran Natal bersama Polres TTU ini menjadi simbol kebersamaan, toleransi, dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, keharmonisan keluarga, serta perdamaian di Kabupaten Timor Tengah Utara.

















