KEFAMENANU, MITRANEWS.ID – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kefamenanu Selatan – YABIKU merayakan hari jadinya yang pertama dengan penuh khidmat pada Senin (16/02/2025). Perayaan ini menjadi momentum refleksi panjang atas perjalanan menjadi pelopor program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bumi Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Filosofi “Satu Perahu Penuh Genggaman”
Rangkaian acara dimulai dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Rm. Jeki Bauk, Pr. Dalam khotbahnya, Pastor Jeki memaknai SPPG sebagai “Satu Perahu Penuh Genggaman”.
Filosofi ini menekankan pentingnya sinergitas dan persatuan seluruh elemen untuk mensukseskan program MBG demi mencetak Generasi Emas Indonesia.
Melawan Stigma dengan Kerja Nyata
Suasana haru menyelimuti acara saat Direktur YABIKU NTT, Maria Filiana Tahu, menyampaikan “Refleksi Kasih”. Isak tangis relawan pecah mengenang perjuangan awal yang penuh tantangan.
“Dulu, banyak relawan mendapatkan bulian. Cemoohan datang bahkan dari keluarga sendiri yang menyebut ini hanya pekerjaan dapur yang tidak bernilai,” ungkap Maria Filiana.
Namun, keteguhan hati mereka kini berbuah manis. Program yang sempat dipandang sebelah mata tersebut terbukti mampu memperkuat ekonomi rumah tangga relawan melalui sistem pengupahan yang lancar setiap dua minggu.
Keberanian Perintis dan Modal Kepercayaan
Menjadi perintis di NTT bukanlah perkara mudah. SPPG Kefamenanu Selatan berani mengambil langkah besar berbekal kepercayaan pada visi Presiden Prabowo Subianto bahwa MBG adalah solusi nyata bagi rakyat.
Terjang Tantangan: Memulai tanpa Petunjuk Teknis (Juknis) dan PKS formal di masa awal.
Totalitas Dedikasi: Siap menggelontorkan dana talangan pribadi berkisar Rp500 Juta hingga Rp 1 Miliar demi menjamin keberlangsungan gizi anak-anak sekolah.
“Satu tahun ini membuktikan bahwa perubahan lahir dari kerja nyata, bukan sekadar wacana. Berani memulai, bertahan di tengah badai, dan melayani dengan hati,” tegas Maria.
Dampak Multiplier Effect Ekonomi Lokal
Program MBG di bawah naungan YABIKU NTT ini terbukti menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal di Kefamenanu. Maria memberikan apresiasi tinggi kepada para mitra yang menjadi rantai pasok utama dapur SPPG.
“Kepada kelompok tani perempuan, petani, peternak, dan pedagang sayur, terima kasih atas respon cerdas kalian. Pasar kini sudah dekat dengan kalian. Untuk ibu-ibu pengelola kuliner, tetap jaga konsistensi dan higienisitas demi kesehatan anak-anak kita,” pesannya.
Penghormatan bagi Fondasi Perjuangan
Menutup refleksinya, Direktur YABIKU NTT memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo sebagai inisiator program, serta seluruh relawan yang bekerja di balik layar.
“Hormat saya untuk loyalitas kalian. SPPG Kota Kefamenanu Selatan – YABIKU akan terus Kompak, Bergerak, dan Berdampak,” pungkasnya.
Kesaksian Haru Relawan
Seorang relawan senior, memberikan kesaksian mengenai perubahan hidupnya.
“Dulu saya ditertawakan saat pamit kerja di dapur MBG. Sekarang, saya pulang dengan bangga membawa upah untuk keperluan sekolah anak. Di dapur ini, kami tidak hanya memasak makanan, tapi sedang memasak masa depan generasi bangsa,” tuturnya kepada mitranews.id.
Dengan semangat “BERANI, BENAR, BERHASIL”, SPPG Kefamenanu Selatan kini menatap tahun kedua sebagai inspirasi pergerakan sosial di Nusa Tenggara Timur.(Red)











