oleh

Didukung ICRC, PMI TTU Perkuat Sinergi dan Layanan Kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur

-Daerah-57 Dilihat
banner 468x60

KEFAMENANU, TTU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga kemanusiaan yang tangguh dan profesional melalui kegiatan Orientasi Kepalangmerahan dan Kemarkasan yang digelar selama dua hari, 7–8 November 2025, di Aula Rumah Jabatan Bupati TTU.

Kegiatan strategis ini bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi, memperdalam nilai-nilai kemanusiaan, serta mempererat kolaborasi lintas lembaga. Acara tersebut mendapat dukungan langsung dari PMI Pusat dan Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross/ICRC).

banner 336x280

Penguatan Pengurus Baru

Sekretaris PMI TTU, Vemy Tefa, menjelaskan bahwa orientasi ini menjadi langkah awal bagi pengurus masa bakti 2025–2030 untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam menjalankan visi kemanusiaan PMI.

“Sebagai pengurus baru, kami perlu dibekali pengetahuan tentang Kepalangmerahan agar program kerja PMI dapat dijalankan secara efektif dan profesional,” ujarnya.

Vemy menambahkan, seluruh komponen PMI — baik pengurus, staf, maupun relawan — perlu memahami struktur organisasi dan prinsip kerja lembaga agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat TTU.

Mandat Organisasi dan Prinsip Dasar

Perwakilan PMI Provinsi NTT, Kristina Muki, menegaskan bahwa orientasi merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI yang wajib diikuti setiap anggota.

“PMI bekerja berdasarkan tujuh prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional — Kemanusiaan, Kesamaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesatuan, Kemandirian, dan Kesemestaan — sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018,” jelasnya.

Menurut Kristina, pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi moral dan operasional bagi seluruh jajaran PMI di setiap tingkatan.

Sinergi dan Kolaborasi Lintas Wilayah

Ketua Bidang Relawan PMI Provinsi NTT menilai, penguatan pasca pelantikan pengurus adalah momentum penting untuk memperluas jejaring kerja dan kemitraan PMI. Termasuk di dalamnya peluang kerja sama lintas batas dengan Cruz Vermelha de Timor Leste (Palang Merah Timor Leste) dalam bidang kemanusiaan.

Dari PMI Pusat, Puji Astuti selaku Wakil Kepala Markas menegaskan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan organisasi di semua level.

“PMI harus mampu menjangkau lokasi bencana maksimal dalam waktu enam jam. Karena itu, kapasitas PMI di setiap tingkatan harus terus diperkuat — provinsi sebagai koordinator dan kabupaten/kota sebagai pelaksana teknis,” tegasnya.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, yang hadir membuka kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata PMI TTU bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan donor darah dan respon kebencanaan.

“Melalui orientasi ini, saya berharap pengurus dan relawan PMI semakin aktif, responsif, dan hadir dalam setiap situasi kemanusiaan di Kabupaten TTU,” ucapnya.

Peran Mitra Internasional

Perwakilan ICRC untuk Indonesia dan Timor Leste, Freddy Nggadas, menegaskan bahwa pemahaman sejarah dan prinsip dasar Palang Merah sangat penting untuk memperkuat kegiatan diseminasi kepada masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Budi Raharjo dari PMI Bali dan Adrian Jeharun dari PMI NTT menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan agar PMI TTU dapat memperoleh akses program dari PMI Pusat secara berkelanjutan.

Langkah Strategis ke Depan

Kegiatan orientasi ini juga diikuti oleh PMI Kabupaten Belu selaku koordinator zona I PMI Provinsi NTT, yang turut berbagi pengalaman tentang pengelolaan organisasi dan respon kemanusiaan lintas wilayah. Melalui analisis kekuatan, peluang, tantangan, dan ancaman (SWOT), para peserta diajak untuk menilai kapasitas PMI TTU secara objektif dan merancang langkah-langkah penguatan ke depan.

Dengan dukungan PMI Pusat dan ICRC, kegiatan orientasi ini menjadi tonggak penting bagi PMI TTU untuk tampil lebih siap, terorganisir, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di wilayah perbatasan.

“Melalui kegiatan orientasi ini, kami berharap seluruh peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di bawah panji Palang Merah Indonesia dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang kuat,” tutup panitia penyelenggara.

banner 336x280