KEFAMENANU – Dalam rangka memperkuat pembinaan teritorial di bidang Ketahanan Pangan (Hanpangan) serta meningkatkan kemandirian satuan, Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kegiatan penyuluhan strategis bagi prajurit Kompi Pertanian Yonif 877/Biinmaffo.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Pangan Satuan melalui Kompi Pertanian yang Produktif” ini berlangsung khidmat di markas satuan setempat, Selasa (14/4/2026).
Mewakili Komandan Batalyon Infanteri TP 877/Biinmaffo, Letkol Inf Muhammad Sandi Helly Wijaya, Wakil Komandan Yonif TP 877/Biinmaffo Kapten Inf. Harviy Sarwo Sarkoro hadir didampingi Pasi Intel Letda Inf. Ichsan Yudhistira. Sementara itu, dari pihak Pemerintah Daerah, hadir langsung Kepala Dinas Pertanian TTU, Carles Malelak, beserta jajaran.
Fokus utama penyuluhan kali ini adalah edukasi pemanfaatan Eco Enzyme. Cairan hasil fermentasi limbah organik dari sisa buah dan sayuran ini diperkenalkan sebagai solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk mendukung sektor pertanian.
“Eco enzyme memiliki manfaat multifungsi, mulai dari pupuk alami, pestisida organik, hingga peningkat kesuburan tanah. Ini adalah langkah konkret menuju pertanian berkelanjutan,” ujar Kadis Pertanian, Carles Malelak di sela-sela kegiatan.
Para prajurit Yonif 877/Biinmaffo tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco enzyme. Mulai dari teknik pengumpulan bahan baku organik, proses fermentasi yang tepat, hingga metode pengaplikasiannya di lahan pertanian milik satuan.
Wadan Yonif TP 877/Biinmaffo, Kapten Inf. Harviy Sarwo Sarkoro, menegaskan bahwa keterampilan ini sangat penting bagi prajurit untuk mengelola sumber daya secara efektif.
“Kami berharap melalui inovasi ini, Kompi Pertanian mampu mengoptimalkan hasil panen secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Ini adalah wujud sinergi TNI dan Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kefa,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadikan Yonif 877/Biinmaffo sebagai role model atau contoh bagi masyarakat sekitar dalam mengembangkan sistem pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di wilayah perbatasan RI-RDTL.
(Red)















