Kupang – Membangun budaya memilah sampah memerlukan proses yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak. Berangkat dari semangat tersebut, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari terus mengembangkan Program Kampung Berseri (Bersih, Sehat, Asri El Tari) sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sejak diimplementasikan, Program Kampung Berseri tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana maupun edukasi sesaat, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Berbagai kegiatan edukasi telah dilaksanakan secara bertahap, termasuk di Kelurahan Penfui yang berhasil mendorong terbentuknya satu Bank Sampah Unit sebagai wadah pengelolaan sampah dari sumbernya.
Keberhasilan tersebut menjadi pembelajaran bahwa perubahan perilaku akan lebih efektif apabila melibatkan institusi yang memiliki kedekatan dengan masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Pertamina Patra Niaga AFT El Tari memperkuat implementasi Program Kampung Berseri melalui kolaborasi bersama gereja sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan nilai bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan, sehingga kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat tumbuh sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, perusahaan juga telah berkolaborasi dalam pengelolaan sampah pada Persidangan Istimewa III Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Aksi Pilah Sampah di Gereja GMIT Moria Liliba, Kelurahan Liliba, Kota Kupang, pada akhir bulan Juni 2026 lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan implementasi Program Kampung Berseri dengan melibatkan Pemerintah Kelurahan Liliba, Forum Kupang Green and Clean (KGC) Liliba, Bank Sampah Mutiara Timor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kupang, Lurah Liliba, Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba, para Ketua RW dan RT, serta jemaat dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini dibangun sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan sebagai wujud sinergi dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Sampah Mutiara Timor yang merupakan mitra binaan CSR Pertamina Patra Niaga AFT El Tari turut berbagi praktik baik mengenai pemilahan sampah rumah tangga serta mekanisme bank sampah sebagai salah satu implementasi ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Momentum kegiatan juga ditandai dengan peresmian Bank Sampah Unit RW 14 Liliba yang dikelola Forum Kupang Green and Clean Liliba. Kehadiran bank sampah ini diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi pengelolaan sampah di lingkungan gereja, Pertamina Patra Niaga AFT El Tari bersama Forum Kupang Green and Clean menyerahkan bantuan tempat sampah terpilah kepada Gereja GMIT Moria Liliba. Bantuan tersebut diharapkan menjadi media edukasi sekaligus sarana penerapan budaya memilah sampah dalam aktivitas jemaat sehari-hari.
Jr. Supervisor HSSE & GA Pertamina Patra Niaga AFT El Tari, Daud Daffa Harkansas, mengatakan bahwa Program Kampung Berseri merupakan komitmen perusahaan dalam membangun perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan kolaboratif. “Program Kampung Berseri merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, membuka peluang peningkatan nilai ekonomi dari sampah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” jelas Daffa.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, komunitas, institusi keagamaan, dan masyarakat sehingga perubahan yang dibangun dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ketua Forum Kupang Green and Clean Liliba, Joseph Leonard Kale, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin bersama Pertamina. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga AFT El Tari melalui Program Kampung Berseri yang telah berkolaborasi bersama Forum KGC Liliba. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya. Kehadiran pemerintah, unsur gereja, dan masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kupang, Matheos A.H.T Maahury, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan Pertamina Patra Niaga AFT El Tari merupakan salah satu pendekatan yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Kupang.
“Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi inisiatif Pertamina Patra Niaga AFT El Tari yang melibatkan pemerintah, unsur keagamaan, dan masyarakat dalam membangun budaya pengelolaan sampah. Dukungan dunia usaha seperti ini sangat penting dalam mewujudkan Kota Kupang yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pada kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa Program Kampung Berseri merupakan wujud komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menciptakan nilai bersama melalui program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari perubahan perilaku dan tumbuhnya kemandirian masyarakat. Melalui Program Kampung Berseri, kami mendorong lahirnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga keagamaan, dan masyarakat agar tercipta sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Harapannya, praktik baik ini dapat direplikasi di berbagai wilayah sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ahad.
Melalui Program Kampung Berseri, Pertamina Patra Niaga AFT El Tari berharap dapat terus memperluas kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dan lembaga keagamaan untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membangun model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Kota Kupang.















