KEFAMENANU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu banjir dan longsor di sejumlah titik, Minggu (26/4/2026).
Salah satu lokasi terdampak berada di Desa Tublopo, wilayah Banopo. Lahan milik Kelompok Tani Sehati dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah sebagian area terseret arus banjir.
Ketua Kelompok Tani Sehati, Frater Herman Tugas Ginting OFM Conv, mengatakan banjir yang terjadi pada Sabtu malam menyebabkan tanaman hortikultura hanyut serta merusak sejumlah fasilitas pertanian.
“Gudang penyimpanan pakan ternak dan bibit hampir roboh, tanaman juga banyak yang hanyut,” ujarnya.
Selain itu, lahan pertanian mengalami kerusakan serius akibat tergerus arus. Kandang ternak babi dan rumah kompos juga terdampak dan terancam roboh.
“Lahan sudah banyak yang hilang terbawa air. Kandang babi harus dipindahkan, rumah kompos juga hampir jatuh,” tambahnya.
Pasca kejadian, kelompok tani berencana membuka lahan baru di lokasi yang lebih tinggi guna menghindari risiko bencana serupa.
Namun, mereka mengaku membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD TTU, Felismino Askeli, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Hingga saat ini belum ada laporan yang masuk ke BPBD,” katanya.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat intensitas hujan di wilayah TTU masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.











