oleh

MBG Jadi Motor Penggerak Pertanian Lokal, KWT Nekmese Sukses Panen Perdana Pasok ke Dapur Yabiku

KEFAMENANU – Kelompok Wanita Tani (KWT) Nekmese di Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berhasil melaksanakan panen perdana sayur pakcoy yang akan dipasok untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 900 pohon pakcoy dipanen pada Selasa dan langsung disiapkan untuk disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kefamenanu Selatan sebagai bahan pangan bagi ribuan pelajar penerima manfaat program tersebut.

Anggota DPRD TTU Fraksi Gerindra, Maria Filiana Tahu, mengatakan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kolaborasi dan pendampingan yang dilakukan kepada masyarakat selama masa reses.

Menurut Maria, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani dan peternak lokal.

“Pada masa reses saya melihat kelompok ibu-ibu di Kefamenanu Tengah memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha pertanian. Kendala yang mereka hadapi hanya fasilitas pendukung. Karena melihat komitmen mereka, saya berupaya memberikan dukungan sehingga hari ini hasilnya sudah bisa dinikmati bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil panen pakcoy dari KWT Nekmese telah mendapat kepastian pasar melalui dapur MBG setelah dilakukan koordinasi dan peninjauan lapangan oleh pihak SPPG.

“Sebanyak 900 pohon pakcoy ini akan masuk ke dapur MBG untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan bagi sekitar 3.200 siswa penerima manfaat,” katanya.

Maria menambahkan, dampak ekonomi dari Program Makan Bergizi Gratis juga dirasakan kelompok peternak muda di Kota Kefamenanu. Saat ini sedikitnya enam kelompok pemuda telah terlibat sebagai pemasok ayam dan telur untuk kebutuhan dapur MBG.

“Bahkan minggu ini ada 100 ekor ayam yang dipasok oleh kelompok pemuda dari Kelurahan Kefamenanu Tengah. Standar berat ayam yang diminta sekitar 1,5 kilogram bersih, namun peternak mampu menghasilkan ayam dengan berat mencapai 2,3 kilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Kefamenanu Tengah, Sirilus Antonius Akoit, menilai kehadiran Program Makan Bergizi Gratis telah menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat karena menyediakan pasar yang pasti bagi hasil pertanian lokal.

Menurutnya, petani kini memiliki kepastian pemasaran sehingga lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi.

“MBG memberikan multiplier effect yang besar bagi masyarakat. Pasarnya sudah tersedia sehingga petani tidak lagi bingung menjual hasil panennya ke mana. Ini menjadi peluang yang sangat baik untuk mengembangkan sektor pertanian,” katanya.

Ia berharap keberhasilan KWT Nekmese menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya di TTU untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari program pemerintah tersebut.

Sirilus juga menyampaikan apresiasi kepada Maria Filiana Tahu yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat melalui dukungan fasilitas dan pemberdayaan kelompok tani.

“Dukungan yang diberikan sangat membantu kelompok tani dalam menjalankan usaha pertanian. Hari ini mereka berhasil membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, hasilnya bisa dir

banner 336x280