oleh

Pemda TTS Gandeng Sinode GMIT Kembangkan Kopi, Sasar Kemandirian Ekonomi Jemaat

-Ekbis-51 Dilihat

SOE – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggandeng Sinode GMIT untuk mengembangkan komoditas kopi sebagai unggulan daerah, dengan target mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis jemaat.

Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak sebagai langkah strategis memperkuat sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menegaskan bahwa pengembangan kopi akan dilakukan secara serius, terencana, dan berkelanjutan sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.

“Kopi kita dorong menjadi komoditas unggulan yang dikembangkan secara serius, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata dalam membangun ekonomi masyarakat secara terstruktur dan terukur.

Program ini akan difokuskan pada 14 klasis GMIT sebagai basis pelaksanaan. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis oleh penyuluh, hingga pelatihan budidaya dan pascapanen.

Selain itu, akses permodalan dan pemasaran bagi petani juga akan difasilitasi guna memastikan keberlanjutan program.
“Bibit sudah tersedia dan siap didistribusikan. Tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan program ini,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Sinode GMIT bersama klasis dan jemaat akan berperan menggerakkan masyarakat serta memperkuat kelembagaan kelompok.

Sementara Dinas Pertanian bertanggung jawab pada distribusi bibit dan pendampingan teknis.
Adapun pemerintah kecamatan dan desa akan berfokus pada koordinasi, pengawasan, serta penyiapan kelompok tani dan lahan.

Pengembangan kopi di TTS akan menggunakan pendekatan agroforestri, yakni sistem tanam terpadu yang memadukan kopi dengan tanaman lain.

Komoditas jangka pendek seperti jagung dan kacang-kacangan diharapkan menopang ekonomi awal petani, sementara tanaman penaung seperti lamtoro dan alpukat menjaga keseimbangan lingkungan.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan pendapatan bagi petani sebelum kopi memasuki masa panen.

Pemda TTS juga menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. Program ini ditargetkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, hingga penanganan stunting.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Kita mulai dari 2026 dan seterusnya,” pungkas Bupati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, jajaran pimpinan OPD, para ketua klasis, serta Forkopimcam.

banner 336x280