KEFAMENANU – Semangat Frater Herman Tugas Ginting OFMConv dalam mengembangkan kebun hortikultura di Dusun Banopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur, patut diapresiasi. Meski berkali-kali diterpa bencana alam, ia tetap berupaya mempertahankan dan mengembangkan kebun yang diharapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat setempat.
Perjalanan membangun kebun hortikultura tersebut tidaklah mudah. Sebelum menempati lokasi saat ini, Frater Herman terpaksa memindahkan kebun akibat dampak Badai Seroja yang melanda NTT beberapa tahun lalu.
Setelah menemukan lokasi baru dan mulai mengembangkan berbagai tanaman hortikultura, cobaan kembali datang. Dalam kurun waktu terakhir, kebun tersebut dua kali diterjang banjir yang menyebabkan sebagian besar tanaman tersapu arus.
Akibat kondisi itu, Frater Herman kembali mengambil langkah berat dengan memindahkan lokasi kebun ke area yang lebih tinggi guna menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang.
Meski demikian, proses pemulihan kebun masih menghadapi berbagai kendala. Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain pembangunan jaringan air bersih untuk mendukung irigasi, pengolahan kembali lahan yang terdampak banjir, penyediaan bibit tanaman baru, serta pembangunan pagar untuk melindungi kebun dari gangguan ternak yang kerap merusak tanaman.
Harapan baru muncul setelah Frater Herman berkomunikasi dengan seorang perwira tinggi TNI berpangkat Brigadir Jenderal yang merupakan umat di lingkungan pelayanannya.
Dalam komunikasi tersebut, Frater Herman menceritakan kondisi dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan kebun hortikultura tersebut.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Kamis (18/6/2026), Danramil 1618-01/Miomafo Timur Mayor Ery Ninu atas perintah Dandim 1618/TTU melakukan kunjungan ke lokasi kebun untuk mendata dan memonitor berbagai persoalan yang dihadapi guna mencari solusi atas kesulitan yang ada.
“Kebetulan ada satu Brigjen di Jakarta yang merupakan umat kami dari Medan. Saya membagikan cerita kondisi kebun yang kami alami. Setelah itu, beliau berkoordinasi sehingga Dandim 1618/TTU memerintahkan Danramil untuk melihat langsung kondisi kebun dan melaporkannya kepada komando atas,” ujar Frater Herman.
Frater Herman mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan berbagai pihak terhadap perjuangan yang telah dilakukannya selama ini.
“Kami bersyukur. Semoga kunjungan ini benar-benar dapat mewujudkan apa yang kami harapkan untuk perbaikan kebun. Terus terang, saya sudah cukup lelah memikirkan berbagai persoalan yang kami hadapi. Kami berharap ini menjadi jawaban Tuhan atas doa-doa yang selama ini kami panjatkan,” ungkapnya.
Menurut Frater Herman, kebun hortikultura tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi komunitasnya, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan contoh pemanfaatan lahan produktif di wilayah pedesaan.















