oleh

Dari Kekurangan untuk Sesama, Kisah Frater Herman yang Setia Mengunjungi Lansia di Pelosok TTU

KEFAMENANU – Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, seorang tokoh agama tetap memilih berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan. Sosok itu adalah Frater Herman Tugas Ginting OFMConv, yang dikenal rutin mengunjungi para lansia di Dusun Banopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Setiap bulan, Frater Herman menyempatkan diri mendatangi rumah-rumah lansia yang hidup dalam keterbatasan. Kunjungannya bukan sekadar untuk menyapa dan memberi penguatan rohani, tetapi juga membawa kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian kepada mereka.

Salah satu dari 15 lansia yang rutin dikunjunginya adalah Nenek Elisabeth Nia. Bagi Frater Herman, setiap perjumpaan dengan para orang tua di Dusun Banopo selalu meninggalkan kesan mendalam.

“Saya sangat terharu karena kedua orang tua ini selalu berusaha mencium tangan saya dan selalu tertawa setiap kali saya mengunjungi mereka. Akhirnya saya berusaha memberi dari kekurangan yang saya miliki,” ungkap Frater Herman, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, kebahagiaan yang terpancar dari wajah para lansia menjadi alasan utama dirinya terus berbagi meski dalam kondisi serba sederhana. Baginya, membantu sesama tidak harus menunggu berlebih, melainkan dimulai dari hati yang tulus.

“Setiap bulan ada 15 lansia dapat berkat melalui saya dan ini semua berkat bantuan donatur, kita juga berusaha memperbaiki rumah rumah lansi yang tidak layak,”kisahnya.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Frater Herman mendapat apresiasi dari warga setempat. Kehadirannya dianggap membawa harapan dan semangat bagi para lansia yang sebagian besar hidup sendiri atau dalam kondisi ekonomi terbatas.

Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, langkah kecil yang dilakukan Frater Herman menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.

Melalui kunjungan rutin dan bantuan sederhana, ia menghadirkan kebahagiaan bagi sesama sekaligus mewujudkan nilai kasih dalam tindakan nyata.

“Kemuliaan bagi Tuhan dan kebahagiaan bagi sesama,” menjadi prinsip yang terus dipegang Frater Herman dalam melayani. masyarakat, khususnya para lansia di pelosok TTU

banner 336x280