oleh

Jajakan Ikan Segar, Lapak Brigadir Oebesa Jadi Pilihan Favorit Warga TTS

-Ekbis-466 Dilihat

SOE – Kehadiran Lapak Ikan Brigadir Oebesa di RT 11 RW 05, Kelurahan Oebesa, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menawarkan harga yang terjangkau, lapak tersebut juga dinilai menyediakan ikan yang segar dan berkualitas.

Salah seorang pembeli, Tirsa Selana, warga Lakat, Kecamatan Kuatnana, mengaku sengaja berbelanja di lapak tersebut karena kualitas ikan dan harga yang lebih murah dibanding tempat lain.

“Harganya murah dan ikannya sangat segar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Silvi, warga Bena, yang datang ke Kota SoE untuk membeli persediaan ikan.

“Saya beli untuk stok seminggu,” katanya.

Sementara itu, Oktavianus Tuan, warga Siso, mengatakan dirinya memilih berbelanja di Lapak Ikan Brigadir karena kesegaran ikan yang dijual.

“Di tempat lain kadang ikannya kurang segar, makanya saya pilih beli di Lapak Brigadir. Ikannya segar dan harganya terjangkau,” ungkapnya.

Pemilik Lapak Ikan Brigadir Oebesa, Dewi Yovita Samol, saat ditemui wartawan pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 15.30 WITA, menjelaskan bahwa usaha tersebut dirintis sejak Mei 2026 dan telah mengantongi seluruh izin usaha yang diperlukan, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat bisnis berbasis risiko dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Pemerintah Kabupaten TTS.

“Saya urus semua administrasi sejak awal agar usaha berjalan tertib dan tidak ada persoalan,” ujarnya.

Terkait pengelolaan limbah yang sempat menjadi sorotan publik, Dewi menegaskan bahwa limbah tidak dikelola di lokasi lapak, melainkan diangkut menggunakan mobil pikap dan dibuang di tanah milik pribadi yang berada jauh dari kawasan permukiman.

“Saya anggota Polri yang bertugas di Polres TTS, jadi sangat memahami aturan. Air bekas ikan tidak dibuang sembarangan, tetapi dibawa dan dibuang di tempat yang jauh dari pemukiman,” tegasnya.

Di sisi lain, Yohanis Boimau, warga yang rumahnya berdampingan dengan lapak tersebut, mengaku tidak merasa terganggu dengan aktivitas penjualan ikan.

“Tidak ada bau dan saya juga tidak melihat ada limbah yang dibuang sembarangan. Pemilik lapak sebaiknya tetap berjualan karena sangat membantu masyarakat,” katanya.

Selain memberikan manfaat bagi konsumen, keberadaan Lapak Ikan Brigadir Oebesa juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Salah satu karyawan, Orpa Napur (61), warga Nunumeu, mengaku bersyukur mendapat kesempatan bekerja di tempat tersebut.

“Ibu Dewi sangat baik. Kami yang mayoritas ibu rumah tangga dan janda diberi pekerjaan dengan gaji sesuai standar UMR. Ini sangat membantu perekonomian kami,” ujarnya.

Pantauan wartawan di lokasi pada Senin sore hingga malam hari menunjukkan lapak tersebut ramai dikunjungi pembeli. Pengaturan parkir juga terlihat tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan umum. Pembeli datang tidak hanya dari Kota SoE, tetapi juga dari berbagai wilayah di TTS seperti Oinlasi, Bena, Siso, hingga Kapan di Kecamatan Mollo Utara.

banner 336x280