NAPAN, mitranews.id – Aktivitas perlintasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, terpantau stabil pada awal tahun 2026. Dominasi pergerakan orang dan barang masih didominasi oleh warga Timor Leste yang masuk ke wilayah Indonesia.
Kepala PLBN Napan, Don Gaspar menjelaskan bahwa meski baru memasuki triwulan pertama, pola perlintasan menunjukkan angka yang serupa dengan tahun sebelumnya.
“Sejauh ini perbandingannya sekitar 60 persen warga Timor Leste yang masuk ke Indonesia, dan 40 persen warga Indonesia yang menuju ke Oecusse, Timor Leste,” ungkap Don Gaspar kepada awak media, Kamis (5/3/2026).
Ikatan Adat dan Kekeluargaan Jadi Pemicu
Menurut Don, tingginya angka kunjungan dari negara tetangga tersebut dipicu oleh ikatan kekeluargaan dan adat istiadat yang masih sangat kental di garis perbatasan.
“Hubungan kekeluargaan di sini sangat kuat. Urusan adat seperti pernikahan hingga kedukaan menjadi magnet utama. Biasanya warga desa tetangga di Timor Leste melayat ke Indonesia, begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Selain faktor sosial, urusan ekonomi menjadi motor penggerak perlintasan. Don menyebut adanya fluktuasi jumlah pelintas saat hari pasar di wilayah Tono, Timor Leste.
“Kalau hari biasa Senin sampai Kamis, pelintas berkisar 60-70 orang. Tapi saat hari pasar (Jumat), jumlahnya melonjak hingga lebih dari 100 orang per hari karena aktivitas belanja kebutuhan pokok dan hasil bumi,” tambah Don.
Arus Ekspor-Impor Tetap Berjalan
Terkait logistik, PLBN Napan mencatat aktivitas ekspor dari Indonesia ke Oecusse rutin dilakukan dua kali seminggu. Barang-barang yang dikirim meliputi sembako, bahan bangunan, suku cadang kendaraan, alat elektronik, hingga air mineral.
Sementara itu, untuk arus impor dari Timor Leste ke Indonesia biasanya terjadi satu bulan sekali, dengan komoditas utama berupa hasil hutan atau kutulak.
“Secara dominan, masyarakat di sana (Timor Leste) memang lebih banyak membutuhkan suplai dari kita untuk kebutuhan ekonomi maupun sehari-hari,” pungkasnya.
Untuk diketahui, PLBN Napan merupakan salah satu gerbang perbatasan darat RI-RDTL yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2024 silam.
(Red)











