KEFAMENANU – Kegiatan reses yang digelar Anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dari Fraksi Partai Gerindra, Maria Filiana Tahu, selama sepekan sejak 8 hingga 13 April 2026, tidak hanya menjadi ajang serap aspirasi, tetapi juga melahirkan sejumlah kelompok usaha baru di tingkat masyarakat.
Reses yang berlangsung di empat titik—dua lokasi di Kefamenanu Tengah, satu di Kefamenanu Selatan, dan satu di Kelurahan Tubuhue—diwarnai diskusi aktif antara masyarakat, perangkat kelurahan, hingga kelompok pemuda.
Berbeda dari pola reses pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada pemberdayaan kelompok produktif dan orang muda. Hasilnya, sejumlah inisiatif usaha mulai terbentuk, baik dari kalangan pemuda maupun petani dewasa.
Di Kelurahan Kefamenanu Selatan, misalnya, kelompok pemuda berhasil menunjukkan perkembangan positif setelah beberapa kali memasarkan hasil ternak ayam potong. Keberhasilan tersebut kini menjadi contoh bagi kelompok lain untuk mulai mengembangkan usaha serupa.
Tak hanya itu, dalam rangkaian reses ini juga muncul komitmen dari dua kelompok ternak dan satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang siap menjadi pemasok komoditas bagi program dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di TTU.
Antusiasme masyarakat terlihat di berbagai titik kegiatan, termasuk di Kelurahan Tubuhue yang melibatkan kelompok pemuda BGR Big Family dalam diskusi lanjutan terkait peluang usaha produktif. Partisipasi serupa juga tampak di RW 2 Kefamenanu Selatan dan RT V Kefamenanu Tengah.
Selain isu ekonomi, diskusi reses juga menyentuh berbagai persoalan strategis seperti kebijakan publik, pelayanan masyarakat, hingga dampak efisiensi anggaran pemerintah. Bahkan di Kefamenanu Selatan, kegiatan ini dipadukan dengan perayaan Paskah bersama warga setempat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Maria Filiana Tahu turut menyerahkan bantuan modal usaha ayam potong kepada kelompok di RW 4 Kefamenanu Tengah yang dinilai telah siap dari sisi kandang dan manajemen.
Sementara itu, kelompok pemuda di RW 2 serta Kelompok Wanita Tani di RT 34 menyatakan kesiapan mereka dalam menyiapkan lahan dan kandang guna mengembangkan usaha ternak dan hortikultura.
Melalui pendekatan ini, reses tidak lagi sekadar forum penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.











