FLORES – PT Pertamina Patra Niaga terus mempercepat normalisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah pada 15 Agustus 2026.
Untuk memperkuat pasokan energi, Pertamina mengirim tambahan armada mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 10 mobil tangki BBM berkapasitas 16 kiloliter (KL) yang membawa Pertalite dan Biosolar, serta 1 mobil tangki Avtur berkapasitas 16 KL, diberangkatkan menuju Flores.
Seluruh armada tersebut telah tiba dengan selamat di Labuan Bajo pada Senin pagi, 17 Agustus 2026.
Setibanya di Labuan Bajo, awak mobil tangki langsung bergerak menuju SPBU tujuan untuk mempercepat proses pengisian dan memastikan pasokan BBM segera diterima masyarakat.
Hingga Senin, 47 dari total 52 SPBU di wilayah Flores telah kembali beroperasi. Sementara lima lembaga penyalur lainnya masih dalam proses pemulihan, terdiri dari dua SPBU di Kabupaten Manggarai, dua SPBU di Kabupaten Manggarai Timur, serta satu SPBUN di Kabupaten Sikka.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan layanan energi di wilayah terdampak gempa.
«“Komitmen kami jelas, masyarakat harus tetap mendapatkan akses terhadap energi di tengah kondisi pascagempa. Kami terus mengoptimalkan seluruh jalur pasokan, termasuk mengalihkan suplai dari wilayah yang memungkinkan dan menambah armada Mobil Tangki,” ujar Ahad.»
Menurutnya, setiap pasokan yang tiba akan langsung didistribusikan ke SPBU yang membutuhkan untuk mempercepat pemulihan layanan kepada masyarakat.
Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan kondisi SPBU secara berkala dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan SPBU yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi.
Dalam proses pemulihan tersebut, aspek keselamatan, kondisi sarana dan prasarana, serta kesiapan operasional menjadi prioritas utama.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang serta menggunakan BBM dan LPG secara bijak sesuai kebutuhan. Perkembangan operasional SPBU dan penyaluran energi akan terus diperbarui berdasarkan kondisi di lapangan.
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan melalui Pertamina Contact Center 135.














