SOE, mitranews.id – Satu unit rumah milik warga di Desa Sono, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), hangus terbakar pada Minggu (22/3/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA.
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen melalui Kapolsek Amanatun Utara IPTU Sadokh A. Lubalu menjelaskan, rumah yang terbakar diketahui milik Werince Enggelina Halla (50), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di RT/RW 004/002, To’enu, Desa Sono.
“Berdasarkan laporan masyarakat, anggota langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP,” jelas Kapolsek.
Saat petugas tiba di lokasi sekitar pukul 15.54 WITA, kondisi rumah sudah dalam keadaan hangus terbakar. Rumah semi permanen berukuran 6×8 meter tersebut memiliki enam ruangan, termasuk kamar tidur, ruang tamu, dapur, serta kios kecil.
Dari hasil olah TKP, ditemukan berbagai barang dalam kondisi rusak dan terbakar, di antaranya perabot rumah tangga, pakaian, bahan makanan, hingga dokumen penting milik korban.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah jerigen kosong di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan korban, kebakaran terjadi saat dirinya bersama keluarga sedang mengikuti ibadah di Gereja Sion Oepuah. Korban mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari jemaat saat ibadah berlangsung.
Sementara itu, keterangan saksi menyebutkan bahwa asap pertama kali terlihat dari dalam rumah korban saat kondisi rumah dalam keadaan kosong.
“Diduga kuat kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik,” ungkap IPTU Sadokh.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp102.100.000, termasuk satu unit rumah, perabotan, kios beserta isinya, serta uang tunai milik korban.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk melanjutkan ke proses hukum.
Adapun langkah yang telah dilakukan aparat kepolisian meliputi menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah.











