KEFAMENANU, MITRANEWS.ID – Menjelang momentum hari raya Ramadan dan Idulfitri 2026, Perum Bulog Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan jaminan terkait ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Stok beras dipastikan aman terkendali.
Kepala Gudang Perum Bulog TTU, Bendelina Nappu, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan persiapan teknis di gudang untuk menyambut kedatangan pasokan beras dalam jumlah besar.
Pasokan 700 Ton dalam Perjalanan
Bendelina mengungkapkan, saat ini sebanyak 700 ton beras sedang dikirimkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasokan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Untuk sementara lagi persiapan di gudang karena kami menunggu kiriman 700 ton beras dari NTB. Kapal sudah dalam perjalanan, dan jika sudah sandar akan langsung dilakukan proses bongkar muat,” ujar Bendelina lugas.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying. “Kami pastikan jelang Lebaran stok aman,” tegasnya.
SPHP dan Sinergitas Lintas Sektoral
Selain mengandalkan stok reguler, Bulog TTU terus menggenjot penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini merupakan instrumen utama pemerintah (BAPANAS) dalam mengintervensi harga di tingkat pasar agar tetap terjangkau oleh kantong masyarakat.
“SPHP masih terus didistribusikan kepada mitra untuk menstabilkan harga pasar. Di TTU sendiri, ada sekitar 35 mitra yang aktif bekerja sama dengan kami,” ungkap Bendelina.
Lebih lanjut, Bendelina menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kedaulatan pangan. Bulog TTU terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, dan Polri, khususnya dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan aparat keamanan sangat penting. Ini demi memastikan harga tetap stabil dan masyarakat mendapatkan beras dengan harga wajar di tengah meningkatnya kebutuhan Ramadan,” pungkasnya.
Dengan strategi penguatan stok dan distribusi yang masif melalui puluhan mitra, Bulog TTU optimistis stabilitas pangan di perbatasan RI-RDTL akan tetap terjaga hingga Idulfitri mendatang.

















