SOE — Di sebuah sudut Dusun Leonkolen, Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), hari-hari berjalan penuh perjuangan bagi Markus Tuke dan kedua buah hatinya. Hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi rumah yang memprihatinkan, tantangan hidup mereka kian berat karena kedua anaknya, Marsel Danial Iron Tuke (19) dan Mafinor Dunip Tuke (13), harus berjuang dengan gangguan fungsi kaki akibat riwayat patah tulang yang membuat mereka belum bisa berjalan secara normal.
Namun, beban hidup yang selama ini dipikul seorang diri oleh keluarga kecil tersebut sedikit terangkat pada Rabu (26/8/2026) siang. Kediaman mereka mendadak hangat kedatangan tamu istimewa yang membawa kepedulian nyata.
Jajaran Polsek Batu Putih melalui Bhabinkamtibmas Kecamatan Batu Putih, AIPDA Frenky Nahak, bersama anggota Bhayangkari, Ny. Aletha F. Nahak, datang langsung menyambangi rumah Markus Tuke. Kehadiran mereka bukan sekadar bersilaturahim, melainkan membawa uluran tangan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga ini.
Dalam kunjungan penuh kehangatan tersebut, pihak kepolisian menyerahkan bantuan pangan berupa empat karung beras SPHP 5 kg, dua rak telur, serta masing-masing satu dus kopi dan gula pasir. Meski sederhana, bantuan ini menjadi wujud nyata empati yang mendalam atas situasi sulit yang dialami keluarga Markus Tuke.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga Bapak Markus Tuke, sekaligus menjadi bukti kehadiran dan kepedulian Polri di tengah masyarakat,” ungkap AIPDA Frenky Nahak di sela-sela penyerahan bantuan.
Lebih dari sekadar membagikan paket sembako, langkah yang diambil Polsek Batu Putih ini mencerminkan esensi sejati dari tugas kepolisian modern: bahwa kehadiran aparat penegak hukum tidak hanya dirasakan saat menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas), tetapi juga hadir dengan kepekaan sosial di saat warga binaannya menghadapi masa-masa sulit.
Melalui momentum ini pula, Polsek Batu Putih mengajak seluruh masyarakat luas untuk terus merawat semangat gotong royong. Kepedulian kepada sesama, terutama bagi mereka yang berada di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, diharap mampu menjadi pengikat solidaritas sosial yang kuat di Kabupaten TTS.

















