KEFAMENANU, MITRANEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di bawah kepemimpinan Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo berencana melakukan perombakan besar-besaran terhadap tata nama jalan di wilayah Kota Kefamenanu. Langkah ini diambil guna mempertegas identitas religius daerah yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.
Bupati TTU, Falen Kebo, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan upaya menonjolkan ciri khas lokal sebagai beranda terdepan di perbatasan RI-RDTL.
“Semua nama jalan akan kita ubah menjadi nama-nama Santo dan Santa. Ini karena mayoritas masyarakat kita dan ciri khas daerah kita ada di situ,” ungkap Bupati Falen kepada media, belum lama ini.
Hanya Tiga Nama Jalan yang ‘Kebal’ Perubahan
Meski perubahan dilakukan secara masif, terdapat tiga ruas jalan utama yang dipastikan tetap menggunakan nama lama. Kebijakan ini didasari pada nilai historis serta status hukum yang sudah berkekuatan tetap dalam Peraturan Bupati (Perbup).
Ketiga ruas jalan tersebut adalah Jalan El Tari, Jalan Ray Fernandez, dan Jalan Hengky Sakunab.
“Dua nama sudah ada Perbupnya, yaitu Ray Fernandez dan Hengky Sakunab. Kemudian jalan El Tari juga tidak akan kita gantikan,” jelasnya.
Gandeng Tokoh Agama dan Dekenat
Hingga saat ini, Pemkab TTU tengah mengidentifikasi sedikitnya 17 ruas jalan utama serta sejumlah jalan lingkungan yang belum memiliki nama resmi, termasuk di wilayah Neonbat.
Guna memastikan penamaan sesuai dengan literatur gereja, pemerintah akan melibatkan pihak Dekanat dan tokoh agama dalam proses penyusunan daftar nama orang suci tersebut.
“Segera setelah data jalan masuk, kita akan undang perwakilan dari Romo Deken atau pihak terkait lainnya untuk memberikan daftar nama-nama Santo dan Santa yang akan dituangkan dalam satu Perbup baru,” tambahnya.
Target Edukasi Spiritual
Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk penataan administrasi wilayah, tetapi juga sebagai sarana edukasi spiritual bagi masyarakat. Dengan menggunakan nama-nama Santo dan Santa, Pemerintah berharap tata kota Kefamenanu memiliki karakter visual dan kultural yang kuat serta mencerminkan jati diri masyarakatnya yang religius.














