oleh

Laka Maut di Nunkolo TTS, 2 IRT Meninggal Dunia

SOE, MITRANEWS.ID – Tragedi memilukan mewarnai akhir pekan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Peristiwa ini merenggut nyawa dua orang penumpang dan menyebabkan sembilan lainnya luka-luka.

Kecelakaan melibatkan satu unit mobil Suzuki Carry APV dengan nomor polisi DH 8613 CE yang mengangkut sedikitnya 12 orang penumpang.
Data Korban Jiwa dan Luka-Luka

Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, melalui Kasat Lantas IPTU Al Fathan Bimo Pratama, membenarkan insiden maut tersebut. Berdasarkan data kepolisian, dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT) dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Korban meninggal dunia adalah Marlis I. Leo (27), warga Desa Saenam, dan Marselina Nifu (45), warga Desa Sahan. Sementara satu korban atas nama Antonia Nifu (52) mengalami luka berat berupa patah tulang kering,” jelas IPTU Al Fathan, Sabtu siang.

Selain itu, terdapat delapan penumpang lainnya yang mengalami luka ringan akibat benturan dan lecet. Seluruh korban segera dilarikan ke Puskesmas Nunkolo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kronologi: Gagal Rem di Tikungan Tajam

Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, peristiwa bermula saat kendaraan yang dikemudikan Nelson R.D. Nifu (33) melaju dari arah Saenam menuju Boking. Saat memasuki jalan menurun curam dan menikung di Desa Sahan, sistem pengereman kendaraan dilaporkan bermasalah.

“Saksi sempat mendengar bunyi sentakan pada rem. Pengemudi sudah berupaya menginjak rem kaki dan menarik tuas rem tangan, namun karena kondisi jalan menurun tajam, laju kendaraan tidak dapat dihentikan,” tambah Kasat Lantas.

Upaya sopir untuk membuang setir ke bahu jalan sebelah kiri guna menghentikan laju mobil justru membuat kendaraan terbalik hingga mengakibatkan fatalitas bagi para penumpang.

Dugaan Kelalaian dan Overkapasitas

Satlantas Polres TTS mensinyalir adanya unsur kelalaian dalam kecelakaan ini. Selain kondisi jalan yang ekstrem, pengemudi diduga tidak melakukan pengecekan kelaikan komponen pengereman sebelum memulai perjalanan.

“Dugaan sementara akibat kurang hati-hatinya pengemudi. Selain itu, kendaraan tersebut diduga membawa muatan penumpang yang melebihi kapasitas (overkapasitas) dari aturan yang seharusnya,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin melakukan pengecekan kendaraan secara berkala, terutama saat akan melewati jalur pegunungan yang rawan kecelakaan. (Red)

banner 336x280