oleh

Maria Filiana Tahu Salurkan Bantuan Alsintan bagi KWT Nekmese di Kota Kefamenanu

KEFAMENANU – Langkah nyata dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT dari Fraksi Gerindra, Maria Filiana Tahu.

Srikandi legislatif yang akrab disapa Mami Fili ini menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Nekmese, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kamis (16/04/2026) sore.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di lokasi kebun kelompok tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari aspirasi yang disampaikan warga saat masa reses sebelumnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa satu unit Kultivator merk Shark SE 168 dan satu unit mesin pompa air dua dim lengkap dengan selang sepanjang 50 meter.

Kepada awak media, Maria Filiana Tahu mengungkapkan bahwa dirinya tergerak membantu setelah melihat kegigihan 16 ibu-ibu anggota KWT Nekmese yang selama ini mengolah lahan secara manual.

“Ini adalah bentuk respons cepat terhadap keluhan mama-mama di sini. Dengan dukungan mekanisasi, kita harapkan produktivitas hortikultura mereka meningkat. Tujuannya jelas, KWT Nekmese harus mampu menjadi pemasok bahan baku sayuran untuk mendukung dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Mami Fili.

Ia menambahkan, transformasi dari alat manual ke mesin sangat penting agar kaum perempuan tani tidak lagi terbebani pekerjaan fisik yang berat, sehingga luas lahan garapan dapat dioptimalkan.

Sementara itu, Ketua KWT Nekmese, Adriana Mamoh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra tersebut.

Ia mengakui, sejak kelompok dibentuk tahun 2017, mereka kesulitan memperluas lahan karena keterbatasan alat.

“Dulu kami hanya pakai tenaga manual, dan hasilnya sehari paling hasil jualan sayur hanya Rp20.000. Sekarang dengan adanya kultivator dan mesin air ini, kami optimis mengelola lahan seluas 40 are untuk ditanami buncis dan pakcoy,” ungkap Adriana.

Lebih lanjut, Adriana menegaskan bahwa hasil panen nantinya akan menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi demi menjaga kualitas gizi sayuran.

KWT Nekmese menargetkan dalam tiga bulan ke depan, hasil produksi mereka sudah siap didistribusikan untuk mendukung kebutuhan program nasional di wilayah TTU.

Sinergi antara wakil rakyat dan kelompok tani ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok masyarakat lainnya dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas di Kabupaten TTU.
(Red)

banner 336x280